
Ketua RW 09 Kelurahan Cicaheum Ila Unilawati bersama para penerima piagam penghargaan dalam acara halal bihalal dan apresiasi warga RW 09 Sukarame 1, Minggu 19 April 2026.
BANDUNG, indoartnews.com – Kegiatan halal bihalal warga RW 09 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan kembali semangat kebersamaan warga.
Acara yang digelar pada Minggu 19 April 2026 itu mengusung tema “Dengan Mempererat Tali Silaturahmi Antar Pengurus dan Masyarakat Sukarame 1, Mari Tingkatkan Kondusifitas Daerah”. Tema tersebut sejalan dengan semangat pengurus dan warga untuk menjaga kekompakan lingkungan di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.
Selain menjadi ajang saling memaafkan setelah Idulfitri, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah mantan pengurus dan tokoh warga yang dinilai telah berjasa bagi lingkungan RW 09 Sukarame 1.
Halal Bihalal Jadi Ruang Menjaga Kekompakan
Ketua RW 09 Kelurahan Cicaheum, Ila Unilawati, S.Pd., mengatakan halal bihalal tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk bersilaturahmi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum membangun kembali kekompakan warga.
Menurut Ila, dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Apalagi dalam sebuah organisasi, pro dan kontra bisa saja terjadi. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kondusivitas lingkungan.
“Yang ingin dibangun, selain silaturahmi dan saling memaafkan, adalah kekompakan warga. Perbedaan itu wajar, namanya juga organisasi pasti ada pro dan kontra. Tapi yang kami harapkan adalah kondusivitas wilayah semakin terjaga,” ujar Ila.
Ila menyebut kehadiran warga dalam kegiatan tersebut cukup menggembirakan. Menurutnya, hampir seluruh warga yang diundang hadir. Hal itu menjadi tanda bahwa semangat kebersamaan di RW 09 masih terjaga dengan baik.
Ila Terima Penghargaan dari Panitia Halal Bihalal
Dalam momentum yang sama, Ila Unilawati juga menerima penghargaan dan cenderamata dari jajaran pengurus priode 2025 hingga 2030. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Panitia Halal Bihalal, Cecep Hendrawan, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian Ila maju kembali menjadi Ketua RW serta komitmennya membawa sejumlah program bagi lingkungan.
Di tengah tidak banyaknya warga yang bersedia mencalonkan diri, Ila dinilai memiliki keberanian untuk kembali mengabdi bagi masyarakat. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua RW 09 pada 2004. Setelah cukup lama tidak memimpin, Ila kembali dilantik sebagai Ketua RW 09 pada 2 Februari 2025 untuk periode 2025 hingga 2030.
“Saat itu tidak ada yang bersedia menjadi RW. Saya terpanggil karena ingin ada perubahan, terutama dalam hal keterbukaan, transparansi, dan kerja organisasi,” ujarnya.
Renovasi Kantor RW dan Program Warga
Dalam kesempatan itu, Ila juga menyampaikan sejumlah rencana program lingkungan, salah satunya renovasi kantor RW lama dan pembangunan kantor RW baru. Rencana tersebut ditargetkan mulai berjalan pada akhir April 2026.
Ia menjelaskan, kantor RW lama nantinya akan menjadi bagian dari mekanisme tukar guling dengan pihak terkait. Sementara kantor RW baru akan dibangun di atas tanah wakaf dengan luas sekitar 20 meter persegi.
“Kantor RW yang sekarang nantinya menjadi milik Al-Muttaqin. Sedangkan kantor RW akan dibangun di tanah wakaf. Luasnya kurang lebih 20 meter persegi, sekitar 2,3 meter kali 7 meter,” jelasnya.
Selain kegiatan seremonial, pengurus RW 09 juga rutin menjaga komunikasi melalui pertemuan mingguan. Ila mengatakan, para pengurus biasa berkumpul setiap malam Minggu di kantor RW sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mendukung program warga jaga warga.
“Alhamdulillah, setiap minggu, terutama malam Minggu, pengurus selalu kumpul di kantor RW. Itu bagian dari warga jaga warga,” katanya.
Di tengah dinamika lingkungan, Ila menilai warga RW 09 tetap memiliki semangat positif dalam mendukung program yang dijalankan pengurus. Salah satu program yang mulai digulirkan adalah iuran kematian yang berjalan sejak Juli 2025, setelah dirinya dilantik sebagai Ketua RW 09.
Menurut Ila, program tersebut mendapat respons cukup baik dari warga karena dinilai dapat membantu meringankan beban keluarga ketika ada warga yang meninggal dunia.
“Selain ada iuran daerah, kami juga menggulirkan pungutan untuk kematian. Alhamdulillah respons warga sangat baik,” ucapnya.
Cecep Hendrawan mewakili Pengurus periode 2025-2030, menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada Ketua RW 09 Ila Unilawati S. Pd.
Karang Taruna Kreatif Meski Dana Terbatas
Ila juga menyinggung peran Karang Taruna RW 09 yang selama ini dikenal aktif, terutama dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Menurutnya, Karang Taruna RW 09 memiliki semangat besar dalam menghidupkan kegiatan warga.
Karang Taruna RW 09 selama ini banyak mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan kegiatan kreatif dan menghibur. Meski kerap bergerak dengan dukungan dana yang terbatas, anak-anak muda di lingkungan tersebut tetap mampu menyuguhkan kegiatan yang dinantikan warga.
Berbagai kegiatan seperti perlombaan anak-anak, hiburan seni, hingga agenda kebersamaan warga menjadi bagian dari kreativitas Karang Taruna. Bagi warga, kegiatan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan lingkungan.
Meski saat ini aktivitas Karang Taruna mulai menurun karena sebagian pengurusnya sudah bekerja dan kuliah, Ila menilai semangat anak muda RW 09 tetap perlu dijaga. Karena itu, komunikasi dengan Karang Taruna akan terus dilakukan.
“Memang kenyataannya Karang Taruna RW 09 semangatnya tinggi. Hanya sekarang agak menurun karena banyak yang sudah bekerja dan kuliah. Waktunya tersita oleh kegiatan masing-masing,” ujar Ila.
Untuk menjaga semangat tersebut, Ila berencana menggelar pertemuan dengan Karang Taruna pada Mei 2026. Pertemuan itu akan membahas persiapan pembentukan panitia peringatan HUT Kemerdekaan RI 2026 sejak jauh hari.
“Insya Allah bulan Mei kami akan melaksanakan pertemuan dengan Karang Taruna untuk mengarahkan pembentukan panitia 17 Agustus tahun ini,” katanya.
Menurut Ila, salah satu tantangan dalam menggerakkan kegiatan warga adalah keterbatasan dukungan dana. Meski begitu, pengurus dan panitia tetap berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak dengan cara yang baik dan sesuai mekanisme masing-masing.
Ia berharap keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat warga untuk tetap terlibat dalam kegiatan lingkungan. Sebab, menurutnya, keberhasilan program RW tidak bisa hanya bergantung pada ketua RW atau pengurus saja.
“Apalah artinya seorang ketua RW tanpa dukungan semua pihak. Warga juga harus proaktif, tidak hanya pengurusnya saja,” tuturnya.
Mantan Ketua RW Terharu Dapat Apresiasi
Dalam kegiatan halal bihalal tersebut, pengurus RW 09 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mantan pengurus, mantan Ketua RT, tokoh keamanan, dan warga yang pernah berkontribusi bagi lingkungan. Penghargaan itu diberikan dalam bentuk piagam dan cenderamata.
Ila mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar warga tidak ragu untuk terlibat dalam kepengurusan lingkungan. Menurutnya, menjadi pengurus warga memang tidak selalu mudah, namun peran itu penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan dan kegiatan masyarakat.
“Motivasinya salah satunya agar warga jangan takut menjadi pengurus. Karena kalau semuanya takut jadi pengurus, siapa yang akan mengurus lingkungan?” katanya.
Salah satu penerima penghargaan, Nana Sutisna, mengaku bersyukur dan terharu atas apresiasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Mantan Ketua RW 09 Sukarame 1 yang pernah mengabdi belasan tahun lalu itu menyebut penghargaan tersebut memiliki nilai tersendiri bagi dirinya.
“Pertama-tama saya bersyukur kepada Allah SWT atas penghargaan yang diberikan oleh RW 09 kepada saya. Saya juga merasa terharu. Setelah bertahun-tahun berhenti menjadi RW, sekarang saya mendapatkan penghargaan yang bagi saya nilainya sangat tinggi,” ujar Nana.
Nana menyampaikan terima kasih kepada Ketua RW 09 Ila Unilawati dan jajaran pengurus yang telah memberikan perhatian kepada para mantan pengurus. Ia menilai langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap warga yang pernah ikut berkontribusi membangun lingkungan.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap program RW 09 ke depan, termasuk rencana renovasi dan pembangunan kantor RW. Menurut Nana, program tersebut perlu didukung seluruh warga melalui kepedulian, kontribusi, dan semangat gotong royong.
“Tentunya saya sangat mendukung program-program RW 09. Mudah-mudahan masyarakat juga punya kepedulian dan kontribusi kepada pengurus, sehingga semua bisa bergotong royong untuk kepentingan lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan halal bihalal ini, RW 09 Cicaheum berupaya merawat tradisi silaturahmi sekaligus memperkuat modal sosial warga. Dari penghargaan untuk para tokoh lingkungan, apresiasi kepada ketua RW, hingga rencana program ke depan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan.**