Jumat, 15 Mei 2026 | 00:16 WIB

Mitigasi Bencana Cimahi

Cimahi Gencarkan Mitigasi Bencana, Warga Dilibatkan hingga Tingkat Lingkungan

foto

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyampaikan arahan dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Senin, 30 Maret 2026.

CIMAHI, indoartnews.com – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi ini menjadi bagian dari langkah sistematis pemerintah dalam menekan risiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Wilayah Cimahi dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, longsor, hingga potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Selain itu, ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim juga semakin meningkat dan sulit diprediksi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyampaikan bahwa berbagai kejadian bencana dalam beberapa tahun terakhir menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Menurutnya, dampak kerugian jiwa, kerusakan lingkungan, hingga gangguan psikologis masyarakat sebagian besar dipicu oleh rendahnya tingkat kesiapsiagaan.

“Pendekatan mitigasi tidak lagi bersifat reaktif, tetapi harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan hingga ke tingkat komunitas terkecil,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa investasi dalam mitigasi bencana terbukti jauh lebih efisien dibandingkan penanganan pascabencana.

“Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi dapat menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya saat bencana terjadi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi geografis Cimahi yang berada di wilayah rawan bencana menjadikan aspek kebencanaan sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan, termasuk ketua RT dan karang taruna. Mereka dibekali pemahaman praktis mulai dari langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat dan setelah bencana.

Materi yang disampaikan mencakup simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, serta pentingnya membangun sistem peringatan dini di lingkungan masing-masing.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penghijauan, serta memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul tetap siap digunakan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Cimahi juga memperkenalkan inovasi digital melalui aplikasi KANDAGA (Kanal Dokumen Administrasi Terintegrasi) sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Aplikasi ini berfungsi sebagai “brankas digital” gratis bagi warga untuk menyimpan dokumen penting seperti data kependudukan dan pendidikan secara aman.

Melalui KANDAGA, masyarakat tetap dapat mengakses dokumen meskipun terjadi kerusakan fisik akibat bencana, sehingga memudahkan proses administrasi pascabencana.

Pemerintah menilai penguatan mitigasi merupakan strategi paling efektif dalam meminimalkan dampak bencana di masa mendatang, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat secara menyeluruh.**