Jumat, 17 April 2026 | 22:14 WIB

Farhan dan Sejarah Bandung

Di Depan Pelajar Australia, Farhan Buka Kisah Bandung dari Kampus Tua hingga Bandung Lautan Api

foto

Rombongan siswa Bellarine Secondary College, Australia, mengikuti kegiatan Meet & Greet bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pendopo Kota Bandung, Minggu, 5 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memperkenalkan sejarah panjang Kota Bandung di hadapan rombongan siswa Bellarine Secondary College, Australia, saat kegiatan Meet & Greet Group 1 di Pendopo Kota Bandung, Minggu, 5 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Farhan menegaskan pentingnya menjaga kawasan bersejarah di Kota Bandung yang selama ini menjadi saksi perjalanan pendidikan, pemerintahan, hingga perjuangan bangsa. Ia menyebut kawasan yang kini menjadi bagian dari pusat pemerintahan kota dulunya merupakan kompleks penting dengan nilai historis yang sangat tinggi.

Farhan menjelaskan, salah satu bangunan di kawasan tersebut kini dipakai sebagai kantor Wali Kota Bandung. Dari tempat itu pula, kata dia, jalannya pemerintahan Kota Bandung saat ini dikawal. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan wajah Bandung bukan hanya sebagai kota modern, tetapi juga kota yang menyimpan lapisan sejarah panjang.

Menurut Farhan, bangunan di kawasan itu mulai dibangun sejak 1896 dan kemudian mengalami pengembangan sekitar 1920. Pada masa tersebut, area itu menjadi cikal bakal institusi pendidikan tinggi teknik pertama di Indonesia, yakni Technische Hoogeschool, yang kini berkembang menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Ia juga menuturkan, kawasan itu tidak hanya penting dari sisi pendidikan, tetapi juga menyimpan kekayaan arsitektur yang masih terasa hingga sekarang. Perpaduan gaya Eropa dan lokal, termasuk unsur arsitektur tradisional seperti joglo, masih tampak pada sejumlah bangunan dan menjadi bagian dari identitas khas Kota Bandung.

Namun, kawasan bersejarah itu juga tidak lepas dari masa kelam. Farhan mengingatkan bahwa pada 1946, pasca peristiwa Bandung Lautan Api, banyak bangunan di area tersebut ikut terbakar. Saat itu, warga terpaksa meninggalkan kota demi mencegah Bandung jatuh ke tangan penjajah, yang kemudian membuat sejumlah bangunan bersejarah hangus dilalap api.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Bandung dan membentuk identitas kota hingga hari ini. Karena itu, pelestarian kawasan bersejarah dinilai tidak hanya sebatas mempertahankan fisik bangunan, melainkan juga menjaga ingatan kolektif tentang perjuangan yang pernah terjadi di dalamnya.

Farhan pun menekankan bahwa menjaga kawasan bersejarah berarti merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pesan itu ia sampaikan kepada para siswa asal Australia sebagai bagian dari pengenalan Bandung sebagai kota yang hidup dengan sejarah, pendidikan, dan semangat perjuangan yang tetap dijaga hingga kini.**