Jumat, 17 April 2026 | 15:26 WIB

SPMB Kota Bandung

SPMB Bandung Segera Dibuka, Orang Tua Diminta Cek KK, Akta dan KTP

foto

Peserta mengikuti sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru di Kota Bandung sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman orang tua terhadap proses pendaftaran sekolah.

BANDUNG, indoartnews.com – Dinas Pendidikan Kota Bandung terus mengintensifkan sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB. Melalui talkshow di Radio Sonata, Senin (8/4/2026), Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Edy Suparjoto mengimbau para orang tua untuk menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Edy menyebut masyarakat masih memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memahami dan mempersiapkan tahapan SPMB secara optimal. Ia mengingatkan agar dokumen penting seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan KTP orang tua dipastikan sudah valid serta diperbarui jika diperlukan.

Menurut dia, kesiapan administrasi menjadi bagian penting agar calon peserta didik tidak mengalami hambatan saat proses pendaftaran dimulai. Karena itu, orang tua diminta tidak menunda pengecekan dokumen dan segera melakukan pembaruan bila ditemukan data yang belum sesuai.

Selain dokumen, masyarakat juga diminta memahami regulasi, tahapan, dan prosedur yang akan diterapkan dalam SPMB. Informasi resmi, kata dia, dapat diakses melalui berbagai kanal milik Dinas Pendidikan Kota Bandung, termasuk website dan media sosial yang menyediakan panduan serta tutorial teknis.

Edy menambahkan, bagi orang tua yang masih mengalami kesulitan, sekolah negeri terdekat akan menyediakan pendampingan melalui operator sekolah. Di samping itu, layanan bantuan atau help desk juga disiapkan selama 24 jam untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat selama proses berlangsung.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu. Menurutnya, proses SPMB saat ini dijalankan secara transparan, objektif, dan berbasis sistem, sehingga tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip maupun jalur tidak resmi.

Dalam memilih jalur pendaftaran, orang tua juga diimbau untuk mempertimbangkan peluang yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Pemahaman terhadap jadwal dan mekanisme dinilai menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan saat pendaftaran dilakukan.

Di sisi lain, Edy turut menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap jalur pendidikan non-formal seperti homeschooling. Menurut dia, hal tersebut merupakan perkembangan yang positif selama kualitas pendidikan tetap menjadi perhatian utama.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan. Karena itu, baik melalui jalur formal, non-formal, maupun swasta, seluruh anak di Kota Bandung diupayakan tetap terlayani dalam sistem pendidikan.