
Petugas menangani pohon tumbang di kawasan Bandung Raya di tengah cuaca ekstrem yang dalam sepekan terakhir memicu ratusan kejadian serupa.
BANDUNG, indoartnews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung Raya dalam sepekan terakhir. Menurut dia, intensitas kejadian yang terjadi belakangan ini sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai peristiwa biasa.
Farhan mengungkapkan, sepanjang pekan lalu ratusan pohon tumbang terjadi tidak hanya di Kota Bandung, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Bandung Raya. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa situasi cuaca yang sedang dihadapi sudah mendekati kategori bencana.
Meski perkiraan cuaca ekstrem disebut mulai mereda, Farhan menegaskan kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Ia menilai, langkah antisipasi tidak boleh longgar karena potensi ancaman di lapangan masih tetap ada dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandung bersama aparat kepolisian, khususnya Satuan Brimob, akan segera melakukan patroli untuk memeriksa pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang sekaligus meminimalisir risiko bagi warga di ruang publik.
Farhan juga menekankan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak bisa dilakukan secara sektoral. Menurut dia, situasi seperti ini memerlukan pendekatan yang lebih holistik dengan melibatkan berbagai lembaga terkait agar penanganan di lapangan berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Di sisi lain, sistem kewaspadaan masyarakat juga mulai diaktifkan kembali. Salah satu fokus yang akan diperkuat ke depan adalah keberadaan titik-titik pemantauan atau streaming point untuk memantau kondisi lapangan secara real time dan mendukung langkah cepat saat situasi darurat muncul.
Selain penguatan pemantauan, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah mitigasi berbasis kewilayahan melalui Siskamling Siaga Bencana. Skema ini dinilai penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lingkungan agar respons terhadap potensi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan lebih dekat dengan warga.
Menurut Farhan, pendekatan yang menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi. Karena itu, upaya pemerintah tidak hanya difokuskan pada penanganan setelah kejadian, tetapi juga pada pencegahan dan penguatan sistem kewaspadaan sejak dini.
Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di Bandung Raya, Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan setiap potensi risiko dapat diantisipasi lebih awal. Langkah ini diharapkan dapat melindungi masyarakat sekaligus mengurangi dampak kerusakan yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.**