Jumat, 17 April 2026 | 02:54 WIB

Komisi II

Komisi II DPRD Kota Bandung Bahas Integrasi Data UMKM dan Pengembangan Belanja Online Produk Lokal

foto

Komisi II DPRD Kota Bandung mengikuti rapat kerja bersama DiskopUKM Kota Bandung untuk membahas integrasi data UMKM melalui SPLP serta pengembangan aplikasi belanja online produk UMKM lokal, di Kantor DiskopUKM Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026. Foto: Cipta/Humpro DPRD Kota Bandung.

BANDUNG, indoartnews.com – Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kota Bandung menghadiri rapat kerja bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kota Bandung di Kantor DiskopUKM Kota Bandung, Rabu, 8 April 2026.

Rapat koordinasi tersebut membahas integrasi dan pemanfaatan data UMKM melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP), sekaligus pembahasan teknis pengembangan aplikasi belanja online produk UMKM lokal Kota Bandung.

Dari jajaran Komisi II DPRD Kota Bandung, rapat ini diikuti Wakil Ketua Komisi II Siti Marfuah, S.S., S.Pd., M.Pd., Sekretaris Komisi II Asep Sudrajat, S.A.P., serta anggota Komisi II Eko Kurnianto W, S.T., M.Pmat., Indri Rindani, dan Mukhamad Adi Widyanto.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala DiskopUKM Kota Bandung Drs. H. R. Budhi Rukmana, M.A.P., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Henryco Arie Sapiie, S.E., Ak., serta perwakilan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bandung beserta jajaran.

Pembahasan integrasi data UMKM dinilai penting untuk memperkuat sistem pendataan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Bandung agar lebih terhubung, akurat, dan mudah dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mendukung efektivitas pelayanan pemerintah kepada pelaku UMKM.

Di sisi lain, pengembangan aplikasi belanja online produk UMKM lokal menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di Kota Bandung. Melalui penguatan sistem digital, produk-produk lokal diharapkan semakin mudah ditemukan dan dibeli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM di tingkat daerah.**