Kamis, 14 Mei 2026 | 23:06 WIB

Musda Golkar Jabar, DPP Partai

Persaingan Dua Kandidat Warnai Musda Golkar Jabar, DPP Minta Partai Tetap Solid

foto

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham didampingi Iswara serta Ace Hasan Syadzily TB memberikan keterangan pers usai pembukaan Musyawarah Daerah Partai Golkar Jawa Barat di Hotel Trans, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Musyawarah Daerah ke-11 Partai Golkar Jawa Barat resmi dibuka di Hotel Trans, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026, saat persaingan dua kandidat ketua memasuki fase penentuan. Di tengah kontestasi itu, DPP Partai Golkar menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal dan mengingatkan bahwa Musda harus menjadi momentum membesarkan partai, bukan sekadar perebutan kursi ketua.

Pesan tersebut mengemuka dalam konferensi pers usai pembukaan Musda yang menghadirkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syadzily  dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham. Forum ini digelar setelah sehari sebelumnya dua nama, yakni Daniel Muttaqin dan Ahmad Hidayat, resmi masuk dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.

TB Ace Hasan Syadzily  menjelaskan, Musda kali ini memuat tiga agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama lima tahun terakhir, pembahasan program-program strategis Partai Golkar Jawa Barat, serta pemilihan ketua baru untuk periode 2026-2029. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus menjaga kesinambungan kerja politik partai di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Ace juga menegaskan dirinya tidak lagi maju dalam pemilihan ketua DPD. Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan penugasan partai di tingkat pusat serta tanggung jawab kebangsaan yang kini menuntut perhatian lebih besar, termasuk fokus pada isu ketahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang terus berkembang.

Meski begitu, Ace menilai dinamika dalam proses pergantian kepemimpinan Partai Golkar Jawa Barat merupakan hal yang wajar. Menurut dia, Golkar adalah partai yang matang dan berpengalaman, sehingga kontestasi internal tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan bagian dari mekanisme demokrasi partai.

Sementara itu, Idrus Marham yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membawa arahan strategis dari DPP. Ia menegaskan Partai Golkar tetap berada di garis depan dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus meminta seluruh kader menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara utuh.

Idrus menyebut dukungan Partai Golkar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran telah selesai secara politik, organisatoris, dan konseptual. Karena itu, menurut dia, kader Golkar harus tampil di depan dalam mengawal agenda-agenda besar pemerintah seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, penguatan UMKM, pembentukan koperasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dalam konferensi pers itu, Idrus juga menyinggung isu harga bahan bakar minyak yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah telah memastikan tidak ada kenaikan BBM saat ini. Golkar, kata dia, mendukung penuh kebijakan pemerintah yang dinilai mengedepankan kepentingan rakyat.

Di sisi internal, Idrus menekankan bahwa Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis bagi Partai Golkar. Ia menyebut Jawa Barat sebagai miniatur Indonesia sekaligus wilayah yang dapat menjadi penentu kemenangan nasional. Karena itu, Musda kali ini dinilai tidak boleh hanya dibaca sebagai forum pergantian figur, tetapi harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk membesarkan partai.

Idrus juga memberikan apresiasi kepada Ace Hasan Syadzily TB atas capaian Partai Golkar Jawa Barat pada Pemilu 2024. Menurut dia, di bawah kepemimpinan Ace, jumlah kursi Golkar bertambah di berbagai tingkatan, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten dan kota. Capaian itu, katanya, harus dijaga dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya.

Karena itu, Idrus mengingatkan agar siapapun yang terpilih memimpin DPD Partai Golkar Jawa Barat nantinya membawa semangat membesarkan partai, bukan menguasai partai. Ia menegaskan Golkar harus tetap diposisikan sebagai rumah bersama bagi seluruh unsur partai, mulai dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, hingga organisasi sayap.

Dengan pembukaan Musda yang langsung diikuti penegasan arah politik partai, forum ini kini memasuki tahap yang lebih menentukan. Bukan hanya soal memilih ketua baru di antara dua kandidat yang telah mendaftar, tetapi juga tentang bagaimana Golkar Jawa Barat menjaga persatuan internal sambil menyiapkan langkah politik yang lebih besar menuju kontestasi mendatang.**