
Logo Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dan Alumni Senat Mahasiswa Indonesia serta Tody Ardiansyah Prabu yang menyampaikan pandangan FABEM-SM terkait polemik pernyataan Saiful Mujani.
BANDUNG, indoartnews.com – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dan Alumni Senat Mahasiswa atau FABEM-SM Indonesia menyoroti polemik pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang ramai diperbincangkan di ruang publik. Organisasi ini mengajak masyarakat untuk tetap rasional dan menempatkan setiap pernyataan politik dalam kerangka demokrasi yang sehat, sah, dan konstitusional.
Polemik tersebut mencuat setelah pernyataan Saiful Mujani dinilai sejumlah pihak mengarah pada ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Isu ini kemudian berkembang cepat di tengah situasi politik nasional yang masih sensitif setelah pemilu dan memunculkan beragam respons dari berbagai kalangan.
Wakil Ketua Umum DPP FABEM-SM Bidang Hukum dan Antar Lembaga, Tody Ardiansyah Prabu, menilai kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurut dia, kritik harus disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan tafsir yang dapat memicu instabilitas politik di tengah masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya membedakan antara kritik yang konstruktif dengan narasi yang berpotensi mendelegitimasi hasil demokrasi. Dalam pandangan FABEM-SM, kehati-hatian dalam menyampaikan opini publik menjadi penting agar ruang demokrasi tetap sehat dan tidak berubah menjadi kegaduhan yang kontraproduktif.
Di sisi lain, FABEM-SM juga mengapresiasi sikap pemerintah yang dinilai tetap fokus bekerja di tengah polemik yang berkembang. Menurut Tody, pendekatan seperti itu penting untuk menjaga stabilitas nasional, terlebih saat masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan dinamika geopolitik yang sulit diprediksi.
Organisasi ini menilai polemik politik seharusnya tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun agenda pelayanan publik. Karena itu, FABEM-SM mendorong agar ruang diskusi tetap terbuka, tetapi diiringi kedewasaan dalam berpendapat dan tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan kepada masyarakat luas.
FABEM-SM selama ini dikenal aktif mendorong literasi politik di kalangan mahasiswa dan alumni BEM di berbagai daerah di Indonesia. Melalui forum diskusi, kajian kebijakan, dan advokasi, organisasi ini berupaya menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat, kalangan mahasiswa, dan proses demokrasi yang sedang berjalan.
Menurut FABEM-SM, polemik yang berkembang saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat budaya demokrasi yang sehat. Perbedaan pandangan tidak perlu dihindari, tetapi harus dikelola dengan cara yang bijak, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan pembelahan yang merugikan kehidupan berbangsa.
FABEM-SM Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan dialog, rasionalitas, dan penghormatan terhadap mekanisme demokrasi. Dalam situasi politik yang dinamis, organisasi ini menilai keseimbangan antara kebebasan berpendapat, partisipasi publik, pengawalan kebijakan, penegakan hukum, pertumbuhan ekonomi rakyat, dan stabilitas nasional menjadi kunci dalam menjaga demokrasi Indonesia tetap sehat.**