Sabtu, 18 April 2026 | 16:13 WIB

Klarifikasi Sayang Heulang

Viral Rp45 Ribu di Sayang Heulang Saat Libur Lebaran, Pengelola Tegaskan Masalah Sudah Diselesaikan

foto

Pihak UPT pariwisata bersama unsur terkait menyampaikan klarifikasi atas video viral mengenai biaya tiket dan parkir di objek wisata Sayang Heulang, Garut.

GARUT, indoartnews.com – Pihak UPT pariwisata memberikan klarifikasi atas video viral yang menyinggung biaya tiket dan parkir di objek wisata Sayang Heulang, Garut, yang mencuat saat masa libur Lebaran 2026. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video klarifikasi, pengelola menegaskan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan bersama pihak-pihak yang terlibat.

Kepala UPT pariwisata, Iwan Siswandi, menjelaskan klarifikasi dilakukan setelah beredarnya konten di media sosial yang memicu perhatian publik. Menurut dia, pihak yang mengunggah video, saksi-saksi di lapangan, serta pihak terkait telah dipertemukan untuk membahas persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas.

“Alhamdulillah hari ini sudah diklarifikasikan dengan yang mengontenkan ini, juga saksi-saksinya. Sudah meminta maaf semua, sudah ada penyelesaian,” ujar Iwan Siswandi dalam video klarifikasi itu.

Iwan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memviralkan persoalan tanpa memahami duduk perkara secara utuh, karena hal seperti itu dapat menimbulkan dampak lebih luas dan bersinggungan dengan persoalan hukum.

“Mudah-mudahan ini tidak terulang kembali untuk ke depannya dan juga pihak-pihak lain tidak begitu mudah memviralkan masalah ini, karena ini sedikitnya menyangkut dengan hukum-hukum yang terkait,” katanya.

Dalam keterangannya, Iwan memastikan objek wisata Sayang Heulang tetap aman, tertib dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat. Pengunjung, menurut dia, tidak perlu khawatir untuk tetap datang berwisata ke kawasan tersebut.

“Kepada seluruh pengunjung, untuk mengunjungi objek wisata Sayang Heulang, karena Sayang Heulang Alhamdulillah tertib, aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ucapnya.

Pihak lain yang ikut memberikan penjelasan dalam video klarifikasi juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat muncul di media sosial. Dalam penjelasan tersebut, persoalan yang viral disebut berawal dari kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Masyarakat maupun pengguna media sosial pun diminta tidak lagi membesar-besarkan persoalan tersebut. Jika ada pengunjung yang merasa keberatan atau belum memahami mekanisme pembayaran di lokasi wisata, pengaduan disebut sebaiknya langsung disampaikan kepada petugas terdekat atau ke pos yang telah disediakan.

“Kalau memang ada yang merasa keberatan silakan mengadu ke petugas yang terdekat ataupun ke pos tersebut,” ujar salah satu pihak dalam video klarifikasi itu.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah muncul unggahan yang mempersoalkan pembayaran Rp45 ribu untuk satu sepeda motor di kawasan wisata Sayang Heulang. Namun dalam penjelasan yang beredar, nominal tersebut disebut merupakan akumulasi dua tiket masuk masing-masing Rp20 ribu ditambah parkir motor Rp5 ribu, bukan pungutan parkir tunggal sebesar Rp45 ribu.

Polemik itu disebut makin ramai karena adanya karcis lama yang masih dipakai sehingga memicu salah paham di kalangan pengunjung saat suasana libur Lebaran sedang ramai. Karena itu, klarifikasi dari pengelola dinilai penting agar publik mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai duduk persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Di sisi lain, peristiwa ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola untuk memperbaiki sistem informasi tiket, karcis dan pelayanan di lapangan agar tidak lagi menimbulkan tafsir berbeda di kalangan wisatawan. Dengan adanya penyelesaian secara kekeluargaan, pihak pengelola berharap persoalan yang sempat viral itu tidak lagi berkembang dan Sayang Heulang tetap dikenal sebagai objek wisata yang nyaman untuk dikunjungi saat musim liburan maupun hari biasa.**