
Plt Kabid P2P Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, saat menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran campak di Bandung.
BANDUNG, indoartnews.com – Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala campak sejak dini dan segera melakukan penanganan guna mencegah penularan yang lebih luas.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya diawali dengan demam tinggi yang kemudian disertai munculnya ruam pada kulit.
“Biasanya diikuti gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan mata merah. Kalau ada gejala ini, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, masyarakat tidak perlu menunggu hingga ruam muncul untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan.
“Kalau demam, langsung saja ke puskesmas. Nanti petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, pasien yang diduga terinfeksi campak dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari guna mencegah penularan kepada orang lain.
“Jangan dibawa keluar rumah. Gunakan masker karena penularannya melalui udara,” ujarnya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga memiliki risiko penularan yang tinggi, terutama di lingkungan padat.
Untuk itu, selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.
“Pencegahan harus dilakukan bersama, mulai dari imunisasi, penggunaan masker, hingga pola hidup sehat,” ungkapnya.**