
Wahana tunggang unta menjadi salah satu daya tarik pengunjung di Plaza Haji Al Qosbah, destinasi wisata religi baru di kawasan Gedebage, Kota Bandung, Rabu 15 April 2026.
BANDUNG, indoartnews.com – Destinasi wisata religi baru kini hadir di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Plaza Haji Al Qosbah yang mulai dibuka pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Idulfitri lalu, mulai menarik perhatian masyarakat sebagai tempat manasik umrah yang terbuka untuk umum.
General Manager Plaza Haji Al Qosbah, Habibi, menjelaskan pembangunan kawasan tersebut baru berjalan sekitar satu tahun dan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Meski demikian, fasilitas utama untuk manasik umrah sudah dapat digunakan oleh masyarakat, baik secara perorangan, keluarga, maupun rombongan.
“Ini adalah fasilitas untuk melaksanakan manasik haji. Tapi karena belum selesai semua, saat ini baru bisa untuk manasik umrah. Namun sudah terbuka untuk umum, baik keluarga, rombongan maupun perorangan,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Menurut Habibi, pengunjung cukup membeli tiket untuk mengikuti manasik reguler yang dijadwalkan beberapa kali dalam sehari. Jadwal tersebut tersedia mulai pagi hingga malam hari, sehingga memberi keleluasaan bagi masyarakat yang ingin datang menyesuaikan waktu.
Fasilitas utama yang telah tersedia di antaranya replika Ka'bah lengkap dengan pelatarannya untuk pelaksanaan tawaf. Selain itu, terdapat pula replika Safa dan Marwah yang digunakan untuk simulasi sai. Ke depan, pengelola juga berencana melengkapi kawasan ini dengan replika tenda Arafah, masjid, hingga jumrah agar rangkaian ibadah haji dapat dilakukan lebih lengkap.
Plaza Haji Al Qosbah berdiri di atas lahan hampir satu hektare atau sekitar 9.000 meter persegi. Kawasan ini mampu menampung hingga 1.500 orang dan bahkan telah digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri pada hari pertama pembukaannya.
Tidak hanya menghadirkan edukasi ibadah, pengelola juga menambahkan unsur rekreasi yang menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah wahana tunggang unta yang kini banyak diminati pengunjung. Pengelola menyiapkan dua ekor unta dengan kuota sekitar 100 orang per hari, kecuali Senin. Bagi pengunjung yang belum mendapat giliran, tersedia pula aktivitas feeding atau memberi makan unta.
Selain itu, Plaza Haji Al Qosbah juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area kuliner, supermarket, hingga kafe di lantai dua yang menyasar kalangan muda. Seluruh aktivitas utama dilakukan di dalam ruangan sehingga tetap nyaman dan tidak terganggu cuaca.
Plaza Haji Al Qosbah beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Sementara sesi manasik umrah digelar dalam beberapa jadwal, mulai pukul 09.00 pagi hingga 20.00 malam. Untuk pengunjung rombongan, pengelola menyarankan reservasi terlebih dahulu agar kebutuhan khusus, termasuk penggunaan ballroom berkapasitas hingga 300 orang, dapat disiapkan dengan baik.
Dalam masa pembukaan, pengelola juga memberikan promo tiket. Harga masuk yang semula Rp25.000 didiskon hingga 60 persen pada hari kerja menjadi Rp10.000. Sedangkan pada akhir pekan, diskon 40 persen membuat harga tiket menjadi Rp15.000. Promo tersebut direncanakan diperpanjang hingga Iduladha untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.
Tidak hanya untuk wisata dan edukasi, Plaza Haji Al Qosbah juga membuka peluang pemanfaatan untuk berbagai kegiatan, mulai dari akad nikah dengan latar replika Ka'bah hingga seminar dan pelatihan. Sejak dibuka, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Cirebon dan Sukabumi.
Habibi menuturkan, popularitas Plaza Haji Al Qosbah turut meningkat berkat media sosial. Banyak pengunjung yang menggabungkan kunjungan ke tempat ini dengan wisata ke Masjid Al Jabbar yang lokasinya tidak terlalu jauh, sehingga memberi pilihan destinasi religi yang lebih beragam di kawasan Gedebage.
Ke depan, Plaza Haji Al Qosbah diharapkan menjadi pusat edukasi manasik yang lengkap dan terjangkau bagi semua kalangan. Dengan konsep yang dirancang menyerupai pengalaman ibadah di Tanah Suci, tempat ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk lebih memahami tata cara haji dan umrah sebelum berangkat ke Baitullah.**