
Aneka sajian kuliner khas Bandung
BANDUNG, indoartnews.com – Kota Bandung kembali mencuri perhatian di panggung internasional setelah masuk jajaran 100 kota kuliner terbaik dunia versi TasteAtlas Awards 25/26. Dalam daftar tersebut, Bandung menempati peringkat ke-34 dan berada di atas sejumlah kota besar dunia.
TasteAtlas merupakan platform ensiklopedia kuliner daring yang memetakan hidangan tradisional, bahan lokal, serta restoran autentik dari berbagai negara. Daftar kota kuliner terbaik dunia mereka disusun berdasarkan penilaian publik terhadap makanan lokal, produsen pangan, dan tempat makan tradisional yang dianggap mewakili identitas rasa dari masing-masing kota.
Bandung meraih posisi kuat berkat kekayaan rasa yang selama ini lekat dengan identitas kuliner Jawa Barat. Sejumlah hidangan yang masuk kategori unggulan antara lain batagor, cireng, nasi kuning, mie kocok, dan serabi. Sajian-sajian tersebut menjadi representasi cita rasa lokal yang dinilai menonjol dan layak dikenal lebih luas.
Tidak hanya makanan, Bandung juga dikenal memiliki banyak tempat makan tradisional dan pelaku usaha kuliner yang memperkuat daya tarik kota ini sebagai destinasi kuliner. Keberadaan warung legendaris hingga usaha makanan khas yang terus bertahan menjadi bagian penting dalam membangun identitas gastronomi Bandung.
Capaian ini menegaskan bahwa Bandung bukan sekadar kota wisata belanja atau tujuan libur akhir pekan, tetapi juga salah satu destinasi gastronomi yang memiliki karakter kuat. Perpaduan antara makanan tradisional, kreativitas pelaku usaha kuliner, dan budaya jajan yang hidup di tengah masyarakat membuat Bandung terus memiliki tempat di hati penikmat kuliner.
Masuknya Bandung ke jajaran kota kuliner terbaik dunia menjadi dorongan positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengakuan global semacam ini dapat memperkuat citra Bandung sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia, sekaligus memotivasi pelaku usaha lokal untuk terus menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan inovasi.
Dengan pencapaian tersebut, Bandung kembali menunjukkan bahwa kekuatan kotanya tidak hanya terletak pada suasana dan kreativitas warganya, tetapi juga pada rasa yang tumbuh dari warung, kedai, hingga usaha kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Kini, nama Bandung tidak hanya harum di dalam negeri, tetapi juga ikut diperhitungkan dalam peta kuliner dunia.**