
Ahmad Hidayat menyerahkan berkas pendaftaran saat maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat di Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Rabu malam, 1 April 2026.
BANDUNG, indoartnews.com – Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat kian mengerucut. Setelah Daniel Muttaqin lebih dulu mendaftarkan diri pada siang hari, Ahmad Hidayat menyusul masuk dalam bursa calon ketua dengan menyerahkan berkas pendaftaran pada Rabu malam, 1 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Maskumambang, Kota Bandung.
Usai proses pendaftaran, Ahmad Hidayat langsung menggelar konferensi pers. Ia menyampaikan apresiasi kepada steering committee dan panitia Musyawarah Daerah Partai Golkar Jawa Barat ke-11 yang telah menerima berkas pencalonannya. Ahmad juga mengajak seluruh kader untuk menjaga pelaksanaan Musda agar tetap tertib, demokratis, aman, dan berjalan sesuai harapan keluarga besar Partai Golkar di Jawa Barat.
Dalam pencalonan itu, Ahmad mengaku telah mengantongi dukungan dari 16 DPD tingkat II serta 6 organisasi, baik organisasi sayap, organisasi yang didirikan, maupun organisasi pendiri. Ia hadir didampingi istri serta sejumlah pendukung dari unsur Kosgoro, ANPG, dan AMPI.
Menurut Ahmad, tidak hadirnya para pendukung dari DPD kabupaten dan kota dalam prosesi pendaftaran bukan tanpa alasan. Mereka, kata dia, sedang berkumpul di posko untuk mematangkan langkah dan strategi menghadapi pelaksanaan Musda yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Ahmad menegaskan, keputusannya maju bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Setelah dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Barat, ia merasa sudah saatnya memberikan pengabdian yang lebih besar bagi partai yang telah membesarkan dirinya. Ia menyebut pencalonan ini sebagai bentuk keseriusan untuk menyumbangkan tenaga, pikiran, pengalaman, dan seluruh potensi yang dimilikinya demi memperkuat Partai Golkar di Jawa Barat.
Dukungan terhadap Ahmad turut ditegaskan Ketua Kosgoro Jawa Barat, Aria Girinaya. Ia menilai Ahmad memiliki kapasitas besar untuk membawa Golkar Jawa Barat lebih kuat, sekaligus lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Aria, Ahmad bukan hanya memiliki jaringan internal partai yang luas, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan kalangan eksekutif.
Aria melihat Ahmad sebagai figur yang mampu menjembatani kekuatan organisasi dengan tuntutan zaman. Dalam pandangannya, Jawa Barat sedang menghadapi bonus demografi yang didominasi generasi muda, sehingga Golkar memerlukan sosok yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga mampu membaca perubahan politik dan sosial. Ahmad, menurut dia, merepresentasikan kebutuhan itu, terlebih dengan pengalamannya di AMPI dan dua periode di DPRD Jawa Barat.
Saat ditanya soal agenda pembenahan internal, Ahmad menekankan pentingnya menguatkan kembali semangat Golkar sebagai partai yang bekerja dan berkarya. Ia berpandangan hubungan Partai Golkar dengan pemerintah daerah perlu dibangun lebih harmonis, sebagaimana pola relasi yang selama ini terjalin antara Golkar dan pemerintah pusat.
Menurut Ahmad, sinergi yang baik antara partai dan pemerintah daerah penting untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, apabila dirinya dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Jawa Barat, ia ingin membangun hubungan yang lebih baik antara partai dengan pemerintah provinsi demi mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat.
Dengan masuknya dua nama ke arena pendaftaran pada hari yang sama, Musda Golkar Jawa Barat kini bergerak dari sekadar tahapan administratif menuju pertarungan pengaruh, konsolidasi, dan adu gagasan untuk menentukan arah partai ke depan.**