Kamis, 14 Mei 2026 | 23:12 WIB

Bandung Lautan Api

Menelusuri 10 Jejak Bandung Lautan Api, Dari Gedung Bersejarah hingga Stilasi Sunaryo

foto

Salah satu stilasi Bandung Lautan Api di Kota Bandung yang menjadi penanda lokasi bersejarah peristiwa 24 Maret 1946.

BANDUNG, indoartnews.com – Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946 menjadi salah satu momen paling heroik dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Saat itu, para pejuang bersama warga dengan berat hati membumihanguskan Kota Bandung demi mencegah wilayah tersebut dikuasai Sekutu.

Sekitar 200.000 warga meninggalkan kota menuju wilayah selatan, sementara api melahap sebagian besar wilayah Bandung dalam waktu kurang lebih tujuh jam. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai simbol keberanian, pengorbanan, dan strategi perjuangan yang luar biasa.

Jejak sejarah Bandung Lautan Api tidak hilang begitu saja. Pada 1997, Bandung Heritage bersama American Express Foundation menginisiasi Bandung Lautan Api Heritage Trail dengan membangun 10 stilasi di sejumlah titik penting di Kota Bandung.

Stilasi tersebut berbentuk prisma setinggi sekitar 140 sentimeter dan dirancang oleh seniman Bandung, Sunaryo. Setiap titik menjadi penanda lokasi bersejarah yang memiliki peran penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Setiap stilasi memuat informasi sejarah, jalur pengungsian, serta potongan lagu Halo-Halo Bandung yang menjadi simbol semangat perjuangan. Di bagian atasnya terdapat ornamen bunga Patrakomala yang menjadi ikon khas Kota Bandung.

Sejumlah titik stilasi tersebut tersebar di berbagai lokasi, di antaranya Gedung De Driekleur di kawasan Dago, Gedung Denis di Braga, hingga kawasan Jalan Dewi Sartika dan Lengkong yang menjadi jalur penting saat peristiwa berlangsung.

Selain itu, terdapat pula stilasi di kawasan Ciguriang, Jalan Jembatan Baru, hingga halaman sekolah dan gereja yang memiliki peran dalam sejarah perjuangan kala itu.

Keberadaan stilasi ini menjadi pengingat bahwa Kota Bandung pernah melalui fase perjuangan yang berat, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi saat ini untuk memahami sejarah secara lebih dekat.

Di tengah perkembangan kota yang pesat, stilasi Bandung Lautan Api menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini, mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari pengorbanan besar para pendahulu.**