Selasa, 10 Maret 2026 | 22:30 WIB

"Bandung Kota Cerita" Digelar Juni-Agustus 2025, Wadah Merawat Keberagaman Lewat Narasi Warga

foto

BANDUNG, indoartnews.com — Pemerintah Kota Bandung bersama The Caravanserai Collective resmi meluncurkan program budaya bertajuk Bandung Kota Cerita sebagai wadah kolaboratif lintas komunitas yang mengangkat keberagaman warga melalui kekuatan cerita. Program ini berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2025, menghadirkan serangkaian kegiatan yang menghidupkan kembali semangat gotong royong dan solidaritas ala Konferensi Asia Afrika.

"Ini bukan sekadar tentang Bandung yang diceritakan, tetapi Bandung yang hidup di dalam cerita warganya. Kami ingin ada sense of belonging yang kuat," ujar Farhan, salah satu penggagas Bandung Kota Cerita.

Program dibuka melalui CERITAFest: CERITA BANDUNG #1 yang akan digelar Sabtu, 28 Juni 2025 di Microlibrary Asia Afrika, Jalan Alun-alun Timur. Dengan tema Merayakan Keberagaman Cerita dan Memperkuat Ikatan Komunitas, festival ini menyuguhkan empat acara utama:

1. Pameran Foto, Video, dan Film Dokumenter Sejarah Bandung Menampilkan memori kolektif kota melalui visualisasi sejarah serta kisah warga dari masa ke masa.

2. Duta CERITA Showcase Pentas narasi dari para peserta pelatihan Duta CERITA yang merepresentasikan suara personal dan komunitas.

3. Story of Us Diskusi panel interaktif antara tokoh komunitas, pemimpin opini, dan warga dalam berbagi inspirasi.

4. Lingkar CERITA Bandung Forum berbagi cerita terbesar di Bandung, mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam dialog lintas generasi.

Setelah CERITAFest, gerakan dilanjutkan dengan program CERITA Pustaka yang digelar setiap pekan di berbagai ruang publik Kota Bandung selama Juli hingga Agustus 2025. Melalui program ini, masyarakat dari berbagai kalangan — mulai anak-anak, penyandang disabilitas, hingga lansia — diberi ruang untuk menuturkan kisah mereka dalam beragam medium ekspresi. Seluruh dokumentasi akan dipublikasikan melalui kanal resmi Pemkot Bandung, komunitas mitra, dan platform digital Cerita Caravan.

Bunda Literasi Kota Bandung yang juga Ketua Dekranasda Kota Bandung, Aryatri Benarto, menekankan pentingnya penguatan narasi lokal, terutama dalam pengembangan UMKM.

“Banyak pelaku UMKM kita punya storytelling unik yang lekat dengan identitas kota. Bandung Kota Cerita bisa menjadi ruang penguatan komunitas dan UMKM berbasis kisah lokal, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa setiap warga memiliki peran dalam menulis sejarah kotanya,” ujar Aryatri.

Lebih dari sekadar festival budaya, Bandung Kota Cerita diharapkan mampu membangun Bandung sebagai “Rumah Bagi Semua Cerita”. Sebuah kota yang membuka telinga, menghargai keragaman, serta mencatat setiap jejak warganya untuk diwariskan lintas generasi.

Sebagai simbol identitas program, Bandung Kota Cerita juga memperkenalkan logo sarat makna, terdiri dari:

Inisial huruf “B” sebagai lambang utama Bandung. Lembaran kertas menyerupai buku cerita, simbol kumpulan kisah warga.

Bentuk lorong atau pintu masuk, melambangkan ruang terbuka bagi perjalanan waktu kota.

Warna-warni beragam, mencerminkan keberagaman ekspresi dan identitas warga Bandung.

Logo ini menegaskan Bandung bukan hanya kota bersejarah, melainkan juga kota yang terus bertumbuh dengan cerita baru yang hidup di tengah warganya.**