Minggu, 26 April 2026 | 17:09 WIB

Kodam Siliwangi

Makodam Siliwangi Dibuka untuk Warga, Mayjen Kosasih: Jangan Takut Masuk Kompleks Tentara

foto

Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, saat menyampaikan pandangan terkait peran media dan keterbukaan informasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat 24 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Markas militer yang selama ini identik dengan area terbatas kini mulai dibuka untuk masyarakat. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih memberikan akses kepada warga untuk masuk ke kawasan Makodam III Siliwangi, khususnya pada akhir pekan.

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat, sekaligus menghapus stigma bahwa lingkungan markas militer merupakan tempat yang tertutup bagi warga sipil.

"Kenapa saya buka Kodam Siliwangi untuk umum, khususnya Sabtu dan Minggu? Silakan masyarakat mau olahraga atau sekadar menikmati suasana di sini," ujar Kosasih di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat 24 April 2026.

Ia menjelaskan, langkah tersebut berangkat dari keinginan agar masyarakat merasa memiliki Kodam Siliwangi sebagai bagian dari ruang bersama, bukan tempat yang asing atau menakutkan.

Menurut Kosasih, semakin terbuka interaksi antara TNI dan masyarakat, maka semangat kemanunggalan akan semakin kuat.

"Kodam Siliwangi juga milik masyarakat. Jangan apatis dan jangan takut masuk ke kompleks tentara. Kalau kita tidak buka, bagaimana bisa manunggal," katanya.

Selain membuka akses Makodam, Kosasih juga menyoroti pentingnya peran media massa di era digital yang berkembang sangat cepat. Ia mengingatkan agar media resmi mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi hoaks.

Menurutnya, arus informasi yang begitu deras tidak bisa dibendung, sehingga media harus hadir sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

"Berita-berita yang tidak benar atau hoaks bisa dikounter dengan memperbanyak berita positif yang sesuai fakta," ujarnya.

Kosasih menegaskan, di tengah keterbukaan informasi saat ini, setiap orang memiliki kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, ketika muncul informasi yang tidak jelas, media resmi harus segera hadir memberikan klarifikasi.

"Media resmi harus menyampaikan informasi yang aktual dan faktual. Itu penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional," katanya.

Ia menilai, stabilitas keamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada bagaimana informasi disampaikan kepada publik secara benar dan bertanggung jawab.

Kebijakan membuka Makodam bagi masyarakat pun diharapkan menjadi simbol bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai institusi pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial warga.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama serta seruan “Maung” yang menjadi simbol semangat juang prajurit Siliwangi.**