Minggu, 26 April 2026 | 18:31 WIB

Longsor Cidadap

Longsor Terjang Permukiman Cikendi, DPRD Bandung Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas

foto

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi, saat meninjau lokasi longsor di Cikendi, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

BANDUNG, indoartnews.com – Longsor yang melanda kawasan Cisitu Cikendi, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi, S.I.P., M.I.P. Ia turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Selasa 14 April 2026.

Bencana longsor tersebut terjadi di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki kontur tanah perbukitan. Dalam peninjauan itu, Nina melihat langsung kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan cukup serius akibat pergerakan tanah.

Kawasan Cidadap dan Ciumbuleuit yang selama ini dikenal sebagai wilayah perkotaan dengan banyak bangunan permanen ternyata tetap menyimpan risiko bencana alam. Kondisi topografi yang curam membuat sejumlah titik rentan mengalami longsor, terutama saat cuaca ekstrem.

"Jika dilihat dari luar, kawasan ini tampak aman-aman saja dengan bangunan yang bagus. Namun, setelah masuk ke dalam, ternyata medannya cukup ekstrem seperti daerah pegunungan. Ini sangat berbahaya, apalagi ada rumah kontrakan milik warga yang bagian dapurnya terkena dampak langsung," ujar Nina di lokasi peninjauan.

Nina tidak datang dengan tangan kosong. Ia turut menyalurkan bantuan berupa paket logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pokok warga selama masa pemulihan.

Selain memberikan bantuan, Nina juga berdialog dengan warga, ibu-ibu, lansia, tokoh masyarakat, serta petugas kewilayahan setempat. Dialog itu dilakukan untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung keluhan warga terkait penanganan bencana.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formalitas. Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina akan membawa temuan lapangan ke pembahasan di DPRD agar koordinasi dengan dinas terkait dapat berjalan lebih maksimal.

Menurutnya, penanganan pascabencana harus dilakukan secara serius, mulai dari pendataan kerusakan, bantuan bagi warga terdampak, hingga langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

"Kami hadir di sini untuk memastikan warga merasa terayomi dan laporan mereka benar-benar ditindaklanjuti. Keselamatan warga adalah prioritas utama," ujarnya.

Nina juga menilai kawasan berkontur curam membutuhkan perhatian lebih dalam penataan lingkungan. Pemerintah perlu memastikan aspek keselamatan warga menjadi pertimbangan utama, terutama di permukiman yang berada di area rawan pergerakan tanah.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan dialog bersama tokoh masyarakat dan aparat kewilayahan. Sinergi antara warga, pemerintah, dan legislatif dinilai penting untuk menghadapi tantangan lingkungan di Kota Bandung, khususnya di wilayah yang memiliki risiko bencana.**