Rabu, 22 April 2026 | 17:54 WIB

Pelatihan Barista Z-Coffee

Judul: BAZNAS RI dan BAZNAS Jabar Cetak Barista Muda, Mahasiswa Penerima Manfaat Dibekali Skill dan Jiwa Usaha

foto

Peserta dan jajaran BAZNAS berfoto usai Pelatihan Barista Z-Coffee di Bandung, Selasa 21 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat menggelar Pelatihan Barista Z-Coffee bagi puluhan mahasiswa penerima manfaat pada Selasa, 21 April 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi yang diarahkan untuk memperkuat keterampilan, semangat kewirausahaan, dan kesiapan generasi muda memasuki dunia usaha.

Sebanyak 26 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat ambil bagian dalam pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, serta Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya.

Kehadiran mahasiswa dari beragam kampus ini memperlihatkan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga filantropi dalam mencetak generasi muda yang lebih mandiri secara ekonomi.

Pelatihan Barista Z-Coffee tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis meracik kopi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai pelayanan pelanggan, pengembangan usaha, hingga strategi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Melalui pendekatan itu, peserta diharapkan tidak sekadar memiliki keterampilan dasar sebagai barista, melainkan juga mampu melihat peluang usaha di sektor kopi dan industri kreatif.

Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menegaskan bahwa tantangan usaha masa kini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk dan tampilan tempat usaha.

Menurutnya, pelaku usaha juga harus mampu hadir di ruang digital agar lebih mudah dikenal dan diakses masyarakat. Ia menilai kemudahan akses informasi menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen datang dan menikmati racikan kopi yang ditawarkan.

Zaki juga menyebut kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Barat dalam program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat model pendayagunaan zakat yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pendekatan seperti ini dinilai penting agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan bekal kompetensi yang dapat menjadi modal usaha dalam jangka panjang.

Salah satu peserta dari ITB, Gina, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai program Barista Z-Coffee membuka wawasan baru, bukan hanya soal teknik meracik kopi, tetapi juga tentang cara membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital saat ini.

Pengalaman itu, menurutnya, memberi dorongan bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam memulai langkah usaha secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI bersama BAZNAS Jawa Barat berharap Pelatihan Barista Z-Coffee dapat menjadi model pemberdayaan mahasiswa mustahik yang berkelanjutan.

Dari program tersebut diharapkan lahir generasi muda yang produktif, mandiri secara ekonomi, dan memiliki kemampuan untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.**