Jumat, 1 Mei 2026 | 10:17 WIB

Farhan Tekankan Peran MUI Jadi Penjaga Moral dan Rujukan Umat di Era Digital

foto

BANDUNG, indoartnews.com — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menekankan pentingnya posisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penjaga moral, spiritual, sekaligus rujukan umat di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali menimbulkan disrupsi nilai.

Farhan menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Daerah MUI Kota Bandung di Aula Kantor MUI Kota Bandung, Sabtu (28/6/2025). Menurutnya, sejak era radio hingga media sosial, masyarakat semakin mudah mengakses informasi, tetapi tidak selalu diimbangi dengan literasi moral dan spiritual yang memadai.

“Demokratisasi informasi begitu cepat. Tapi perkembangan moral dan spiritual tidak secepat itu. Di sinilah peran MUI penting sebagai filter nilai dan rujukan umat,” tegas Farhan.

Dalam kesempatan itu, ia juga secara terbuka membahas sejumlah tantangan sosial di Kota Bandung, salah satunya tingginya penyebaran HIV/AIDS yang berkaitan erat dengan praktik prostitusi terselubung, termasuk sesama jenis melalui platform digital.

“Ini bukan hanya isu moral, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Kami butuh peran ulama untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda,” ujar Farhan.

Farhan menegaskan, sebagai kota terbuka, Bandung tak mungkin membatasi orang masuk. Karena itu, pembangunan moral dan pembinaan nilai harus dilakukan dari dalam, melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan yang menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat RW dan RT.

“Kita ini kota terbuka. Tidak mungkin membangun pagar seperti Israel. Karena itu, peran ulama sangat penting, membina umat sampai ke akar komunitas,” katanya.

Di akhir sambutannya, Farhan juga mengapresiasi sikap MUI Kota Bandung yang memutuskan tidak melakukan pergantian antar waktu bagi sejumlah pengurus yang wafat, sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi mereka.

Rapat Kerja Daerah ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi para ulama untuk merumuskan langkah-langkah strategis, penguatan dakwah, serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai Islam di tengah tantangan perkotaan.**