Sabtu, 18 April 2026 | 17:45 WIB

BMP Siliwangi

Halal Bihalal di Kodam III/Siliwangi, Baraya Maung Parahyangan Santuni 40 Anak Yatim

foto

Baraya Maung Parahyangan menggelar silaturahmi dan halal bihalal di Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Minggu, 5 April 2026.

BANDUNG, indoartnews.com – Paguyuban Akmil Jawa Barat atau Baraya Maung Parahyangan menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal di Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Minggu, 5 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri ratusan peserta.

Acara ini diikuti sekitar 300 orang yang terdiri atas unsur keluarga besar BMP, jajaran Kodam III/Siliwangi, serta sejumlah tokoh masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Danpussenif, Pangdam III/Siliwangi, Kasdam III/Siliwangi, para pejabat utama Kodam III/Siliwangi, Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, sesepuh Siliwangi, Ketua Paguyuban Pasundan, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua BMP Brigjen TNI (Pur) Asep Syaripudin, S.Hub.Int., dalam amanatnya menekankan pentingnya sisi spiritual dan sosial bagi seluruh anggota paguyuban. Ia mengajak keluarga besar BMP untuk terus mensyukuri nikmat yang ada dengan membesarkan organisasi melalui kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Menurut Asep Syaripudin, semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi harus menjadi pondasi utama dalam menjalankan organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi serta Danpussenif atas perhatian dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Sejalan dengan hal itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menilai pertemuan tersebut memiliki makna yang lebih luas dari sekadar tradisi tahunan. Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial untuk menjaga kohesi sosial serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun ketahanan wilayah yang tangguh.

Pangdam juga mengingatkan pentingnya peran BMP dalam melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai kebangsaan. Filosofi Sabilulungan, menurut dia, menjadi landasan penting dalam menghidupkan semangat gotong royong lintas elemen masyarakat.

Kekhidmatan acara semakin terasa dengan adanya aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang ingin terus ditanamkan dalam setiap gerak organisasi.

Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi semacam itu dinilai penting untuk menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, Baraya Maung Parahyangan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial dan kebangsaan secara berkelanjutan. Organisasi ini juga ingin berperan dalam pembinaan generasi muda serta memperkuat jejaring komunikasi antara TNI dan masyarakat luas di Jawa Barat.**