Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Tendangan di Hadapan Teman Sekelas: Aksi Guru SMP Demak Ini Picu Gelombang Amarah Warganet

foto

Tangkapan layar dari video yang viral menunjukkan seorang guru berdiri di atas meja di depan murid-muridnya di sebuah ruang kelas di SMPN Karangawen, Demak. Aksi yang berujung pada tendangan terhadap siswa ini menuai kecaman luas dan tengah diselidiki oleh pihak berwenang.

KAB. DEMAK, indoartnews.com - Video berdurasi kurang dari satu menit itu mengguncang jagat media sosial. Seorang guru di salah satu SMP negeri di Karangawen, Demak, terekam menendang kepala muridnya di tengah ruang kelas, disaksikan teman-teman sekelas yang hanya bisa diam membeku. Peristiwa itu terjadi saat proses belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Selasa, 10 Juni 2025.

Rekaman yang viral memperlihatkan sang guru, berinisial D, berdiri di atas meja sebelum melayangkan tendangan ke arah kepala siswa yang diduga sedang bersiul saat ujian. Tidak ada peringatan, tidak ada mediasi. Hanya tendangan telanjang yang terekam dan kemudian menyebar cepat di media sosial, memantik amarah publik dari berbagai kalangan.

Polres Demak langsung merespons viralnya video tersebut. Kapolres AKBP Iwan Saktiadi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap anak dan menyatakan proses penyelidikan sedang berjalan. “Kami sudah meminta keterangan dari pihak sekolah dan akan menindaklanjuti sesuai hukum,” ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Demak turut angkat bicara. Kepala dinas mengaku prihatin dan mengecam keras tindakan guru tersebut. Guru bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil investigasi. "Tindakan kekerasan, apalagi terhadap siswa, tidak dapat dibenarkan dalam dunia pendidikan," tegasnya.

Kasus ini membuka kembali luka lama tentang praktik kekerasan di sekolah yang kerap tersembunyi di balik tembok ruang kelas. Warganet pun ramai-ramai menyerukan reformasi dunia pendidikan dan pelatihan etika bagi para tenaga pengajar. “Sekolah seharusnya jadi tempat aman, bukan ladang ketakutan,” tulis salah satu komentar di platform X.**