
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan belasungkawa dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan menyusul insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Kota Bandung.
BANDUNG, indoartnews.com – Insiden pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Kota Bandung menelan korban jiwa. Seorang pengemudi mobil Suzuki Carry bernama Diding Nuryaman, 45 tahun, meninggal dunia setelah kendaraannya tertimpa pohon di Jalan Bojong Raya, kawasan Caringin, Jumat, 3 April 2026. Peristiwa ini memicu duka sekaligus peringatan serius dari Pemerintah Kota Bandung agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras disertai angin kencang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai duka bersama dan menegaskan bahwa insiden serupa tidak boleh dianggap sepele di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Pernyataan itu ia sampaikan pada Sabtu, 4 April 2026.
Farhan mengimbau warga Kota Bandung untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika hujan deras dan angin kencang mulai terjadi. Ia meminta masyarakat menghindari berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon besar dan reklame yang berpotensi roboh. Menurut dia, langkah pencegahan sederhana seperti itu dapat mengurangi risiko jatuhnya korban saat cuaca ekstrem melanda.
Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, telah menggerakkan seluruh jajaran untuk melakukan penanganan cepat di lapangan. Upaya tersebut mencakup evakuasi korban, pembersihan material pohon tumbang, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak. Penanganan dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, BPBD, DPKP, serta instansi terkait lainnya.
Selain penanganan darurat, Pemkot Bandung juga memastikan evaluasi akan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang di sejumlah titik kota. Langkah ini dipandang penting agar kejadian serupa dapat dicegah sedini mungkin, terutama saat intensitas hujan dan angin masih tinggi. 4
Insiden di Caringin menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar gangguan musiman, tetapi dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan kesiapan petugas di lapangan perlu terus diperkuat agar dampak yang lebih buruk bisa dihindari. **