Kamis, 27 Maret 2025 | 08:47 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas Resmi Diperkenalkan

foto

JAKARTA, indoartnews.com – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi memperkenalkan program inovatif bertajuk Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas sebagai respons atas kebutuhan dunia industri akan tenaga penjualan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja.

Program ini diperkenalkan pada Jumat, 21 Maret 2025 oleh Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, dalam sebuah forum strategis bersama pimpinan perusahaan dan asosiasi industri. Arie menekankan pentingnya penyelarasan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan riil sektor usaha, khususnya di bidang penjualan.

“Program ini bukan hanya menjawab tantangan tenaga kerja saat ini, tetapi juga mempersiapkan generasi sales masa depan yang siap menggerakkan roda bisnis nasional dengan semangat juara,” kata Arie.

Program ini dirancang selama tiga tahun, dimulai sejak siswa duduk di kelas 10. Kurikulum menggabungkan teori relevan dengan praktik industri melalui studi kasus, mentoring, magang, hingga peluang rekrutmen langsung dari perusahaan mitra. Pengembangan siswa juga berbasis pada nilai-nilai I CAN – Innovative, Competitive, Adaptive, dan Never Give Up – yang menjadi landasan perilaku profesional seorang tenaga penjualan.

Inisiatif ini digagas oleh Dedy Budiman, praktisi pendidikan vokasi sekaligus pendiri Sales Director Indonesia (SDI), Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMaRI). Menurutnya, program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia usaha.

“Profesi sales memiliki permintaan tinggi, tapi perusahaan kerap kesulitan mencari tenaga yang tidak hanya paham teknik penjualan, tetapi juga komunikasi, negosiasi, dan pemahaman produk. Sementara itu, lulusan SMK belum tentu memiliki kompetensi yang sesuai karena kurikulum yang belum selaras dengan dinamika industri,” jelas Dedy, yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Prasetiya Mulya dengan riset fokus pada pengembangan tenaga penjualan di Indonesia.

Program ini rencananya akan diluncurkan secara resmi pada April 2025, dan diharapkan menjadi model pendidikan vokasi nasional yang berorientasi pada kebutuhan industri dan berkelanjutan. Sejumlah perusahaan besar dari berbagai sektor seperti ritel, properti, dan otomotif turut memberikan dukungan, termasuk asosiasi seperti SDI, KOMISI, HIPPINDO, AISI, dan AREBI.

Koordinator Divisi Vokasi Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), Sekar Tyas Nareswari, juga mengajak para anggota KOMISI di seluruh daerah untuk aktif menjadi mentor dalam program ini.

“Pak Dedy Budiman layak disebut sebagai Bapak Sales Indonesia. Kiprahnya menjadikan profesi sales yang sebelumnya dipandang sebelah mata menjadi sebuah kebanggaan. Kami mendukung penuh program ini sebagai solusi nyata bagi kebutuhan industri,” tutur Sekar, yang juga menjabat sebagai Manager AZKO Kawan Lama Grup.**