Selasa, 14 April 2026 | 20:05 WIB

pwi-jabar-imbau-wartawan-jaga-akurasi

PWI Jawa Barat Imbau Wartawan Jaga Akurasi dan Stabilitas Sosial di Tengah Dinamika Aksi Massa

foto

Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, mengeluarkan imbauan kepada wartawan agar menjaga akurasi dan berpegang pada kode etik jurnalistik di tengah dinamika sosial dan politik.

BANDUNG, indoartnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat mengingatkan insan pers agar terus menjunjung tinggi profesionalisme di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik, termasuk aksi unjuk rasa yang belakangan ini berujung pada kerusuhan dan penjarahan.

Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, menegaskan peran pers sebagai pilar demokrasi sangat penting untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Tanggung jawab kita sebagai wartawan bukan hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan informasi tersebut akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan perpecahan. Liputan yang kita hasilkan tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik dan menjaga stabilitas sosial,” ujar Hilman dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (3/9/2025).

Dalam surat bernomor 850/PWI-JB/IX/2025 yang ditandatangani Hilman bersama Sekretaris PWI Jawa Barat, Tantan S. Bukhawan, PWI mengimbau seluruh anggota PWI di Jawa Barat untuk:

1. Meningkatkan kualitas liputan dengan berpegang teguh pada kaidah jurnalistik. Mengedepankan akurasi, objektivitas, dan keberimbangan melalui verifikasi fakta, konfirmasi berimbang, serta penggunaan data valid.

2. Mengutamakan persatuan dan keutuhan bangsa. Menghindari narasi yang provokatif dan sensasional yang berpotensi menyulut konflik antar kelompok.

3. Mewujudkan jurnalisme profesional dan berintegritas agar media tetap dipercaya publik sebagai pilar demokrasi.

4. Menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

5. Menghormati privasi dan hak subjek berita, khususnya korban kekerasan, anak-anak, serta kelompok rentan.

“Mari kita berkarya dengan profesionalisme tinggi dan hati nurani yang jernih,” pungkas Hilman.**