Sabtu, 29 Maret 2025 | 10:57 WIB

Hilman Hidayat: Henry Ch Bangun Salah Alamat Bekukan PWI Jabar

foto

BANDUNG, indoartnews.com - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat menyatakan bahwa keputusan pembekuan kepengurusan yang dikeluarkan oleh Henry Ch Bangun adalah salah alamat. Pasalnya, Hilman menegaskan bahwa PWI Jawa Barat secara resmi hanya mengakui Zulmansyah Sakedang sebagai Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 2024 di Jakarta.

"Dengan atau tanpa surat dari Henry Ch Bangun, kami tidak terpengaruh. Kami sudah jelas mendukung Zulmansyah Sakedang berdasarkan rapat pleno pengurus PWI Jawa Barat," kata Hilman Hidayat, Sabtu (23/3/2025).

Hilman menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah pendapat pribadi, melainkan hasil keputusan rapat pleno yang digelar pada September 2024. Rapat tersebut dihadiri Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, serta ketua-ketua PWI kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

"Hasil rapat pleno tersebut telah menjadi dasar operasional kami di Jawa Barat, sehingga semua aktivitas organisasi tetap berjalan lancik tanpa hambatan," lanjutnya.

Hilman juga memperingatkan kepada pihak-pihak yang masih mempersoalkan kepengurusan ini bahwa sanksi tegas dari organisasi pasti akan dijatuhkan. "Bagi mereka yang berseberangan atau mendukung pihak Henry Ch Bangun, tentu akan kami beri sanksi tegas," tegasnya.

Sikap Hilman mendapat dukungan kuat dari berbagai ketua PWI kabupaten/kota se-Jawa Barat. Misalnya, Ketua PWI Indramayu Dedi Musasi menegaskan komitmennya, "PWI Indramayu tetap solid di bawah komando Ketua Hilman Hidayat." Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua PWI Kabupaten Bandung Barat Hendra Hidayat, Ketua PWI Sukabumi Ikbal, serta Ketua PWI Cimahi.

Di sisi lain, muncul persoalan terkait pencatutan sejumlah nama pengurus oleh kelompok bentukan Henry Ch Bangun yang diketuai Danang Danoroso. Beberapa nama, seperti H Nano Suwarno, Gyok Riswoto, dan Nirwan Indra menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

"Saya sama sekali tidak pernah menyetujui masuk dalam kepengurusan yang dibentuk oleh Henry. Saya masih tegak lurus mendukung kepemimpinan Hilman Hidayat," tegas Nano.

Hal serupa diungkapkan Gyok Riswoto yang secara jelas menolak melalui pesan WhatsApp. Gyok mengungkapkan keengganannya terlibat dalam konflik internal organisasi.

"Dalam waktu dekat, kami akan segera mengklarifikasi terkait pencatutan nama-nama tersebut," pungkas Hilman.**