Sabtu, 15 Juni 2024 | 11:04 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Tetenong: Produk Lokal, Angkat Pamor Kampung Wisata Binong Kota Bandung

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Tetenong, singkatan dari Teh Telang Binong, kini menjadi ikon minuman kesehatan dari Kelurahan Binong, Kota Bandung. Minuman herbal ini merupakan hasil inisiatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan didukung penuh oleh masyarakat setempat, dengan tujuan mempromosikan produk lokal dan memperkaya pengalaman wisatawan di Kampung Wisata Binong.

Wawan Setiawan, inisiator sekaligus anggota Pokdarwis, mengungkapkan,Tetenong merupakan bagian dari warisan almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, yang dikenal dengan program Buruan Sae. Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka untuk bercocok tanam, yang kemudian memberikan inspirasi kepada Wawan pada tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19 untuk menanam bunga telang.

“Setelah serangkaian percobaan, kami berhasil mengolah bunga telang menjadi minuman yang kini dikenal sebagai Tetenong,” kata Wawan saat ditemui di Kelurahan Binong, Selasa, 14 Mei 2024.

Produksi Tetenong melibatkan kerjasama berbagai pihak, termasuk Kelurahan Binong, Pokdarwis, dan warga setempat. Bunga telang yang merupakan tanaman rambat dan mudah dibudidayakan ditanam di sepanjang pinggir sungai. Pemanfaatan lahan ini tidak hanya mendukung produksi Tetenong tetapi juga memberikan kontribusi pada penghijauan lingkungan sekitar.

“Saat ini, Tetenong sudah dikemas dalam botol dan sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi halal serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” ungkap Wawan. Sertifikasi ini diharapkan segera keluar agar produk ini bisa lebih luas dipasarkan dan dikenal.

Dengan keunikan dan manfaat kesehatannya, Tetenong diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendukung perekonomian lokal. Saat ini, Tetenong dijadikan minuman selamat datang (welcome drink) di Kampung Wisata Binong, dan wisatawan dapat membelinya dengan harga terjangkau, yaitu Rp5.000 hingga Rp7.000 per botol.

Tetenong tidak hanya menjadi kebanggaan warga Kelurahan Binong tetapi juga contoh sukses bagaimana produk lokal bisa menjadi daya tarik wisata dan mendorong ekonomi masyarakat setempat.**