Jumat, 28 Februari 2020 | 12:02 WIB

Progres yang Telah Dicapai Sektor 21 Jelang 2 Tahun Program Citarum Harum

foto

Elly Susanto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Sampai menjelang tahun kedua pelaksanaan tugas Sektor 21 sebagaimana diatur dalam Perpres No. 18 tahun 2018 telah memiliki progres (kemajuan) dalam memenuhi perintah yang diatur dalam Perpres itu.

Progres yang telah dicapai dalam mengembalikan sungai Citarum ke keadaan semula telah ditunjukkan oleh Satgas Citarum Harum khususnya di wilayah Sektor 21 yang dikomandani oleh Kol. Inf. Yusep Sudrajat.

Berbagai sarana dan prasarana yang telah dilaksanakan denga partisipasi masyarakat hasil berkomunikasi sosial yang dilaksanakan setiap Subsektor menunjukkan kemajuan.

Terutama obyek aktivitas Satgas selain membersihkan sampah dan limbah juga lingkungan yang bersih dengan menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) ukuran 1 meter persegi berhasil membuat 26 kotak TPS.

Sektor 21 pun telah menanam 6.480 pohon penghijauan di daerah aliran sungai Citarum juga revitalisasi sungai di area 293.058 meter membersihkan sampah dari sungai dan bantarannya, membabad rumput serta ilalang.

Selama hampir 2 tahun ini, Satgas Citarum Harum Sektor 21 telah mampu mengangkat sampah dari sungai dan sekelilingnya mencapai 104.700.620 Kg serta pengerukan sedimen sungai mencapai 66.206 kubik.

Yang cukup berat selama ini adalah membongkar bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai, Satgas membebaskan 236 rumah dengan kesadaran sendiri dari pemilik rumah berkat jalinan komunikasi antara Satgas dan pemiliknya.

Tercatat 33 kegiatan sosialisasi dalam memberikan info masalah pentingnya kebersihan lingkungan dan sungai dalam memelihara lingkungan keluarga sehat. Bahkan untuk mengingatkan masyarakat, Satgas membuat 18 buah spanduk/banner berisi himbauan.

Satgas Sektor 21 selama ini telah menindak secara edukasi terhadap 313 pabrik pembuang limbah ke sungai. Dengan pendekatan yang apik akhirnya manajemen pabrik menyadari untuk mengolah limbah melalui IPAL sehingga air yang keluar tidak lagi membahayakan masyarakat.

Untuk menata lingkungan yang asri, Satgas memberi contoh untuk dinikmati adalah pembuatan taman di 7 tempat. Membuat 4 unit TPS 3 R, sehingga sampah bisa diolah tanpa mencemari lingkungan.

Malah demi teraturnya tempat BAB masyarakat, Satgas telah berhasil membuat 24 unit septic tank komunal walaupun masih ada warga yang BAB ke sungai namun jumlahnya sedikit, karena program WC komunal belum masuk ke semua Subsektor di Sektor 21.**