Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:08 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Dalami Makna Takdir: Kang Yusep dan Komitmennya dalam Pemilu 2024

foto

Brigjen TNI (Purn) Yusep Sudrajat

KAB. BANDUNG, indoartnews.com - Brigjen TNI (Purn) Yusep Sudrajat, mantan prajurit TNI yang memiliki pengalaman luas di berbagai daerah penugasan, baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP), siap menghadapi takdir dalam Pemilu 2024 sebagai Calon Legislatif DPR RI 2024 Dapil 2 Jabar (Kab. Bandung dan KBB). Yusep menyatakan optimis dan tidak terlalu memikirkan hasil pilihan masyarakat.

Menurut Yusep, keterlibatannya dalam dunia politik di Pemilu 2024 dianggap sebagai bentuk ibadah dan kontribusi positif kepada masyarakat. Dengan melibatkan diri langsung di tengah masyarakat, Kang Yusep, panggil akrabnya, berusaha menjemput takdir dengan menyapa dan mendengarkan aspirasi warga. Menurutnya, takdir sudah ditentukan dan tinggal sejauh mana usaha yang dilakukan.

Yusep menjelaskan bahwa siapa pun, meskipun tidak memiliki kekayaan melimpah atau pekerjaan tetap, bisa mendapatkan kepercayaan dan menjadi pilihan masyarakat. Menurutnya, jika seseorang telah mendaftar dan ditakdirkan menjadi anggota dewan, apapun kondisinya, itu akan menjadi kenyataan.

Jika terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Yusep berkomitmen untuk menjalankan janji-janjinya. Namun, jika tidak terpilih, ia menerima takdir dengan lapang dada.

Yusep menegaskan bahwa janji kepada masyarakat harus ditepati, bahkan lebih penting daripada janji material. Ia juga mencurahkan pandangan terhadap praktik politik uang dalam kontestasi demokrasi, menegaskan bahwa niat dan tujuan politik rusak jika dibangun di atas money politik.

Yusep menyimpulkan dengan sikap sederhana, "Terpilih atau tidak, itu adalah takdir Tuhan." Sejak awal terlibat dalam politik setelah pensiun dari TNI AD, beliau bergabung dengan Partai PAN dan ikut serta dalam Pemilu 2024 sebagai Calon DPR RI Dapil Jabar 2 (Kabupaten Bandung-Kabupaten Bandung Barat) dengan nomor urut 10. 

Sebelum kampanye dimulai, beliau telah mengunjungi seluruh wilayah di Kabupaten Bandung dan KBB, berinteraksi dengan warga, serta membentuk struktur organisasi di tingkat kecamatan.**