Sabtu, 4 Desember 2021 | 00:14 WIB

Suka-duka Jadi Nakes, Diliputi Kekhawatiran Bawa Virus ke Rumah

foto

dr. Wicak Widyaningrum (kiri) bersama salah satu timnya di Puskesmas Cempaka Arum Gedebage, Bandung.

indoartnews.com ~ Dokter Wicak Widyaningrum salah seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Cempaka Arum Gedebage Bandung selalu siap menangani pasien, khususnya pasien Covid-19 dengan segenap alat pelindung diri (APD).

Dokter Wicak sudah setahun lebih menangani pasien Covid-19 di Puskesmas ini mengalami berbagai suka dan dukanya. Tapi kenyataanya lebih banyak dukanya ketimbang sukanya. Kenapa? 

"Ya walau lebih banyak dukanya tetapi kita harus mengambil hikmahnya. Jadi lebih waspada, taat dengan protokol kesehatan (prokes), pola hidup jadi lebih sehat.

Semua itu telah mendorong dirinya lebih menyadari pentingnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang harus tetap mengabdi kepada negara dan bangsa.

Sesibuk apa pun sebagai ASN tetap harus taat dan patuh pada tugas. Bahkan harus siap ditugaskan di mana pun dan kapan pun. Apalagi di masa pandemi Covid-19, peranan nakes sangat dibutuhkan guna melayani mereka yang terpapar Covid-19.

Mengingat tugas nakes ini, dr. Wicak secara arif menuturkan terjadinya kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Itulah hikmahnya. Masyarakat sudah menyadari peranan 5M (selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas.

Dokter Wicak pun menguraikan tentang tugas yang diembannya bahwa kekhawatiran selalu ada. Namun karena kerja tim, tugas pun terasa lebih ringan karena semua personel solid mulai dari dokter, perawat dan bidan.

"Jadinya, kita merasa tidak berat melaksanakan tugas. Di Puskesmas tempat kami bertugas hanya ada saya dokternya, perawat 4 orang dan 3 orang bidan, " tutur dr. Wicak.

Jika mendapatkan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang mulanya isolasi mandiri di rumah, tetapi perkembangannya menurun, nakes itu sendiri yang menghubungi rumah sakit. Kebanyakan sudah penuh pasien Covid di rumah sakit tetapi diupayakan bisa dirawat di rumah sakit rujukan. Upaya itu dilakukan melalui seluler Alhamdulillah, kata dr. Wicak, pasien bisa cepat dirawat di rumah sakit.

Menurut Dokter Wicak, yang berobat ke Puskesmas juga ada saja yang terpapar Covid-19 dan mereka itu rata-rata pasien yang terkonfirmasi orang tanpa gejala (OTG) tetapi ada juga yang bergejala ringan sampai sedang. Sedang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas juga ada yang terkonfirmasi positif.

Demikian pula tugas kerja di Puskesmas selalu memakai alat pelindung diri (APD) sebagaimana juga di rumah sakit. "Kita juga menangani mereka yang terpapar Covid-19," ucap Wicak.

Dokter Wicak seperti juga seluruh warga ingin Covid-19 cepat lenyap dari bumi ini dengan upayanya agar masyarakat tetap menaati prokes, siap divaksinasi bagi mereka yang belum vaksinasi.**