Selasa, 26 Mei 2020 | 03:49 WIB

Dukung Making Indonesia 4.0, CCAI Kerjasama Dengan Kargo Technologies

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Coca Cola Amatil mengumumkan kerjasama Amatil Indonesis dengan Kargo Technologies dalam mendukung Making Indonesia 4.0 dan Transformasi Logistik di Indonesia.

Kerjasama ini dilaksanakan dengan perusahasn start up Indonesia di bidang logistik, Kargo Technologies untuk membantu memperluas strategi bisnis dan proses digitalisasi di Indonesia.

Menurut Presiden Direktur Coca Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, sebagai perusahaan penjualan, manufaktur dan distribusi minuman terbesar di Indonesia sejak tahun 1992, Amatil Indonesia telah banyak berinvestasi di setiap fasilitas manufaktur untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk dalam hal pengembangan sistem dan teknologi.

Tentang kerjasamanya ini, Kadir Gunduz, kerjasama dengan Kargo Technologies merupakan momentum penting bagi perjalanan transformasi Amatil Indonesia.

Sebagai kekuatan di balik merk minuman favorit Indonesia, investasinya di Kargo Technologies akan mendukung ambisi Amatil Indonesia untuk menjadi pemain terkemuka dalam ekosistem digital di Indonesia.

"Kargo Technologies adalah awal investasi kami di Indonesia secara keseluruhan. Saat ini kami sedang memenuhi 2 rute transportasi darat utama dan kami berharap strategi itu akan terus meningkat seiring dengan perluasan jaringan Kargo," tegas Kadir Gunduz.

Coca Cola Amatil Indonesia berharap kolaborasi ini tidak hanya memperluas bisnis atau cara melayani pelanggan tapi juga dapat berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja, terhadap industri 4.0 dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Tiger Fang, CEO Kargo Technologies mengatakan, logistik yang didukung teknologi merupakan tren yang terbukti di pasar lain, termasuk India, Cina dan Amerika Serikat Ia sendiri menyatakan rasa senangnya dapat bekerjasama dengan Coca Cola Amatil Indonesia untuk lebih mendigitalkan dan mengoptimalkan rantai pasokan mereka di Indonesia.

Di Indonesia, logistik jalan mencapai 16% dari PDB dengan sekitar USD 40 miliar dari anggaran dihabiskan untuk angkutan truk setiap tahunnya. Industri ini, katanya, amat terfragmatis dengan 7 juta truk beroperasi di 17.000 jalan, 90 % perusahaan truk memiliki 100 truk atau kurang, 75% memiliki 20 truk atau kurang.

Karena itu, Kargo sedang membangun infrastruktur digital untuk menghadirkan efisiensi bagi sistem logistik Indonesia. Fang mengatakan, Kargo hubungkan bisnis dan kebutuhan pengiriman mereka dengan perusahaan angkutan truk yang memiliki kendaraan dengan ruang kargo yang tersedia di dekatnya. Yang penting, Kargi dapat mengambil banyak muatan untuk backhaul yang berat.**