Selasa, 26 Mei 2020 | 02:34 WIB

Kepala Sekolah SDN Linggabudi, Dewiyani Siap Sosialisasikan Kurangi Plastik

foto

Elly Susanto

CIMAHI, indoartnews.com ~ Sektor 21 yang dikomandani Kol. Inf. Yusep Sudrajat tetap menyosialisasikan program zero waste, pengurangan sampah plastik hingga ke titik nol melalui seluruh siswa dari SD hingga SLA di Kota Cimahi.

Sosialisasi ini dilaksanakan Sektor 21 diikuti sekitar 200 kepala sekolah dari tingkat SD s/d SMA se Kota Cimàhi di ruang A Pemkot Cimahi pada Senin (27/1-2020).

Antusiasme para Kepala Sekolah ini tampak serius menerima sosialisasi pengurangan penggunaan plastik di kalangan para siswa di Kota Cimahi.

Salah seorang peserta sosialisasi itu, Dewiyani Kania, Kepala SD Negeri Linggabudi Cimahi Selatan demikian tertarik hingga ia bertekad juga menyosialisasikannya kepada para pedagang di depan sekolah yang dipimpinnya.

Sebenarnya Dewiyani sudah berniat melaksanakan sosialisasi pengurangan penggunaan plastik kepada para pedagang di depan sekolahnya. Namun, saat itu ia belum berani melaksanakannya karena belum memiliki payung hukumnya.

Sekarang ini tekadnya itu akan segera dilaksanakan sebab ada payung hukumnya dengan Perda Larangan Penggunaan Kantung Plastik Thn 2020 "Kini saya akan berani karena ada payung hukumnya", ucapnya kepada indoartnews.com usai sosialisasi oleh Wali Kota Cimahi dan Dansektor 21 Citarum Harum Kol Yusep Sudrajat.

Apalagi suami Dewiyani sebagai pegiat Citarum Harum yang dikenal Wa Dada yang nama lengkapnya Dadang Sudaya selalu rewel tentang kebersihan. "Jika di dalam sisi mobil ada sampah, suami saya selalu menegor harus dibuang di tempat sampah," tegas Dewiyani.

Dengan demikian, itu menjadi pelajaran bagi dirinya sehingga tekadnya untuk menyosialisasikan kepada pedagang di sekolahnya kian kuat apalagi ada payung hukumnya.

Ia sendiri setelah para siswanya mendapat sosialisasi pengurangan penggunaan plastik mengingatkan para siswa membawa tumbler untuk minum dan misting untuk wadah makanan dari rumah.

Akhirnya berkat sosialisasi itu, para siswanya mematuhi anjurannya hingga kondisi sampah plastik di lingkungan sekolahnya nyaris hilang.**