
Rinne Ladiva, entrepreneur di bidang kecantikan yang aktif dalam kegiatan sosial, dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif yang memuliakan peran ibu dalam perjalanan hidupnya.
BANDUNG, indoartnews.com – Kesuksesan Rinne Ladiva tidak hanya tumbuh dari kerja kerasnya sebagai entrepreneur di bidang kecantikan. Di balik perjalanan panjangnya, ada satu nilai yang terus ia pegang kuat, yakni menghormati dan memuliakan sang ibu.
Sosok perempuan kelahiran Pekanbaru ini dikenal sebagai pengusaha yang lama menekuni dunia salon, kecantikan, perawatan tubuh, dan kulit. Bidang tersebut berawal dari hobi dan ketertarikan, lalu berkembang menjadi jalan usaha yang mengantarkannya pada berbagai pencapaian.
Rinne tidak berhenti pada urusan bisnis. Ibu dua puteri ini juga aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasi nirlaba Peace & Love. Organisasi tersebut bergerak dalam kegiatan amal, santunan anak yatim dan dhuafa, serta donasi untuk korban bencana seperti banjir, longsor, dan gempa.
Kiprahnya di Peace & Love membuat nama Rinne Ladiva cukup dikenal di lingkungan sosial Kota Bandung. Ia dipercaya memimpin organisasi tersebut kurang lebih 11 tahun dengan mengedepankan amanah dan transparansi.
Kepercayaan lain juga datang kepadanya. Baru-baru ini, Rinne dipercaya menjadi Ketua MT Srikandi Kota Bandung periode 2026-2028.
Di balik aktivitas bisnis, sosial, dan organisasi, Rinne dikenal sebagai pribadi yang tetap memegang adat, budaya, dan nilai agama. Ia tidak melupakan akar Melayu yang melekat dalam dirinya.
“Saya orang Pekanbaru sama dengan orang Sumatera lainnya kalau bicara suka blak-blakan, terbuka, tidak suka omong di belakang. Saya tak suka bila di depan kita baik tapi di belakang menusuk kita,” ujar Rinne saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.
Rinne Ladiva bersama sang ibunda Hj. yayan Hidayat yang menjadi sumber inspirasi dalam perjalanan hidup dan kesuksesannya.
Dalam berbagai kesempatan, baik kegiatan organisasi, talk show, seminar, ibadah, hingga acara resmi, Rinne kerap membawa serta sang ibunda, Hj. Yayan Hidayat. Kehadiran ibunya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rinne.
Pada acara pelantikan MT Srikandi maupun halal bihalal Peace & Love, Rinne terlihat tetap mendampingi sang ibu. Meski kini ibundanya menggunakan kursi roda, Rinne menempatkan sang mamah di barisan terhormat.
“Mamah bagi saya adalah sumber inspirasi dan kekuatan hidupku,” kata Rinne.
Bagi Rinne, sosok ibu memiliki tempat istimewa yang tidak tergantikan. Ia menyebut sang mamah sebagai rumah ternyaman dalam hidupnya.
“Mamah adalah sosok ibu dengan cinta yang luar biasa. Mamah adalah rumah ternyaman,” ucapnya.
Kini, sang ibunda telah berusia 80 tahun. Namun, pancaran kasih dan doa seorang ibu tetap menjadi kekuatan besar bagi Rinne dalam menjalani kehidupan, baik sebagai pengusaha, aktivis sosial, maupun perempuan yang terus berkarya.
Kisah Rinne Ladiva menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis atau jabatan organisasi. Bagi perempuan yang disebut sebagai Kartini zaman now ini, keberhasilan juga lahir dari doa ibu, keteguhan nilai, dan kemauan untuk terus berbagi kepada sesama.**(Kiss)