
Pemandu wisata Pangandaran, Ipik Taupik (tengah), bersama turis asal Belanda saat kegiatan guiding di salah satu destinasi wisata alam Pangandaran seperti Green Canyon Citumang.
PANGANDARAN, indoartnews.com – Potensi wisata alam di Kabupaten Pangandaran disebut memiliki daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Mulai dari kawasan pantai, sungai, pegunungan, hingga kuliner lokal dinilai menjadi kekuatan utama pariwisata daerah tersebut.
Hal itu disampaikan pemandu wisata Pangandaran, Ipik Taupik, saat ditemui di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Kamis, 21 Mei 2026. Menurutnya, profesi pemandu wisata memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata.
“Profesi pemandu wisata ini adalah mitra kerja bagi pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata. Tugas kami menjadi ujung tombak pariwisata Pangandaran,” ujar Ipik.
Ia mengatakan, para pemandu wisata tidak hanya mendampingi wisatawan saat berkunjung, tetapi juga ikut memperkenalkan potensi daerah melalui promosi dan informasi positif tentang Pangandaran.
Menurut Ipik, wisatawan yang datang ke Pangandaran sebaiknya menggunakan jasa pemandu wisata agar perjalanan menjadi lebih nyaman, terarah, dan mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai destinasi yang dikunjungi.
“Selain lebih nyaman dan terarah, wisatawan juga bisa mendapatkan informasi lengkap tentang destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran,” katanya.
Ipik menilai Pangandaran memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Tidak hanya pantai dan laut, tetapi juga aliran sungai, pegunungan, potensi pertanian, hingga kuliner dan kerajinan tangan masyarakat.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemandu wisata, pemerintah daerah, hingga stakeholder lainnya dapat bersinergi dalam membuat paket wisata yang menarik dan terintegrasi.
Menurutnya, promosi menjadi faktor penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Saat ini media sosial dinilai sangat efektif untuk memperkenalkan potensi wisata Pangandaran kepada masyarakat luas.
“Promosi itu harus tersampaikan kepada calon wisatawan. Sekarang media sosial sangat penting digunakan untuk memperkenalkan potensi yang ada di Pangandaran,” ungkapnya.
Ipik juga membagikan waktu terbaik bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pangandaran. Ia menyarankan wisatawan datang pada bulan Juni hingga Agustus karena kondisi cuaca dinilai lebih nyaman.
“Kalau mau nyaman berkunjung ke Pangandaran itu di bulan Juni, Juli, Agustus karena puncak musim kemarau dan angin juga tidak terlalu kencang,” jelasnya.
Sementara pada musim libur panjang seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, kawasan wisata Pangandaran biasanya dipadati pengunjung sehingga dapat mengurangi kenyamanan wisatawan akibat keterbatasan akses jalan dan area parkir.
“Kalau ingin lebih nyaman, sebaiknya datang di hari-hari biasa atau akhir pekan biasa supaya suasananya lebih bisa dinikmati,” katanya.
Ipik menjelaskan, para pemandu wisata di Pangandaran tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI Kabupaten Pangandaran yang menjadi mitra kerja pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Saat ini terdapat sekitar 150 anggota HPI di Pangandaran dengan berbagai kategori pemandu wisata, mulai dari guide destinasi, city tour, hingga overland guide yang dapat mendampingi wisatawan lintas daerah.
Ipik sendiri mengaku telah berpengalaman menjadi pemandu wisata domestik maupun wisatawan asing dari berbagai negara. Ia menyebut wisatawan asal Belanda menjadi salah satu tamu mancanegara yang paling sering menggunakan jasanya.
Selain menguasai bahasa Inggris, Ipik juga mengaku memahami komunikasi dasar dalam beberapa bahasa asing lain seperti Belanda, Italia, Jerman, dan Perancis.
“Sebagai bahasa pengantar untuk wisatawan asing, otomatis kami dituntut bisa bahasa Inggris. Tapi karena sering berkomunikasi dengan wisatawan asing, sedikit banyak saya juga belajar bahasa mereka,” tuturnya.**