Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:23 WIB

Mahkota Binokasih

Mahkota Binokasih, Pusaka Kerajaan Sunda yang Menyimpan Jejak Panjang Sejarah

foto

Ilustrasi Mahkota Binokasih sebagai pusaka Kerajaan Sunda yang dikaitkan dengan sejarah Sunda Pajajaran dan Sumedang Larang.

BANDUNG, indoartnews.com – Di balik kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih yang digelar di Kota Bandung, tersimpan jejak panjang sejarah Sunda yang masih hidup hingga sekarang.

Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dikenal sebagai salah satu pusaka penting dalam sejarah Kerajaan Sunda. Dalam berbagai catatan sejarah dan budaya Sunda, mahkota tersebut menjadi simbol kehormatan, legitimasi kekuasaan, dan keberlanjutan peradaban Sunda dari masa ke masa.

Mahkota Binokasih dikaitkan dengan Kerajaan Sunda Pajajaran sebelum akhirnya menjadi bagian dari perjalanan sejarah Sumedang Larang. Pusaka tersebut saat ini tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang.

Dalam sejarah Sunda, Mahkota Binokasih dipercaya memiliki nilai simbolik yang kuat karena berkaitan dengan perpindahan kekuasaan serta hubungan antara kerajaan-kerajaan Sunda pada masa lampau.

Kirab budaya yang digelar dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026 menjadi upaya menghadirkan kembali warisan sejarah tersebut kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Rangkaian kirab melibatkan seni helaran dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kereta kencana, pakaian adat, musik tradisional, dan pertunjukan budaya menjadi bagian dari perayaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pengingat terhadap akar sejarah Sunda.

Di tengah perkembangan kota modern dan derasnya budaya digital, Mahkota Binokasih menjadi simbol bahwa identitas budaya Sunda tetap memiliki ruang penting di tengah kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Kirab Mahkota Binokasih juga menjadi ruang pertemuan antara sejarah, seni, dan masyarakat. Ribuan warga diperkirakan memadati jalur kirab mulai dari Kiara Artha Park hingga Gedung Sate untuk menyaksikan langsung prosesi budaya tersebut.

Rangkaian acara budaya itu akan ditutup melalui malam puncak di kawasan Parkir Barat Gedung Sate pada Minggu, 17 Mei 2026. Budayawan Sujiwo Tejo dan penyanyi Tri Utami dijadwalkan tampil dalam pagelaran seni yang berlangsung hingga tengah malam.

Bagi sebagian masyarakat Sunda, Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka, melainkan bagian dari ingatan kolektif tentang sejarah panjang Tatar Sunda yang terus dijaga lintas generasi.**

Sumber penulisan artikel ini merujuk pada informasi Humas Jabar, Museum Prabu Geusan Ulun, Sisemar Sumedang, dan Antara News.