
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih akan digelar di Kota Bandung dengan rute Kiara Artha Park menuju Gedung Sate, Sabtu, 16 Mei 2026. (Foto : Instagram Humas Jabar)
BANDUNG, indoartnews.com – Kota Bandung akan menjadi titik puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih pada akhir pekan ini.
Rangkaian kirab dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, mulai pukul 19.30 WIB. Iring-iringan budaya akan bergerak dari Kiara Artha Park menuju Gedung Sate, Kota Bandung.
Berdasarkan informasi Humas Jabar, rute kirab dimulai dari Kiara Artha Park, melintasi Jalan Jakarta, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, dan berakhir di Gedung Sate.
Kirab Mahkota Binokasih menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026. Agenda ini menghadirkan iring-iringan Mahkota Binokasih, kereta kencana, serta seni helaran dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Masyarakat diprediksi mulai memadati jalur kirab sejak sore hari, terutama di kawasan Jalan Jakarta, Jalan Supratman, hingga sekitar Gedung Sate. Warga yang ingin menyaksikan langsung disarankan datang lebih awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain kirab budaya, rangkaian acara juga akan berlanjut pada Minggu, 17 Mei 2026, di kawasan Parkir Barat Gedung Sate. Malam puncak dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 hingga 00.00 WIB.
Pada malam puncak tersebut, masyarakat akan disuguhkan pertunjukan teatrikal budaya, musik, serta penampilan khusus dari budayawan Sujiwo Tejo dan penyanyi Tri Utami.
Untuk mengantisipasi kepadatan, penutupan jalan akan diberlakukan secara situasional oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan. Pada Sabtu malam, sejumlah ruas seperti Jalan Jakarta, Jalan Supratman, dan Jalan Diponegoro berpotensi mengalami pengalihan atau penutupan bertahap selama iring-iringan melintas.
Sementara pada Minggu, 17 Mei 2026, kawasan Jalan Diponegoro di sekitar Gedung Sate hingga Lapangan Gasibu diperkirakan akan ditutup mulai sore hingga tengah malam untuk mendukung pelaksanaan malam puncak.
Warga yang membawa kendaraan disarankan menggunakan titik parkir resmi di sekitar Kiara Artha Park, Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Pusdai Jabar, dan area Monumen Perjuangan. Pengunjung juga diminta menghindari parkir liar agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi acara.
Kirab Mahkota Binokasih bukan hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga ruang perjumpaan masyarakat dengan jejak sejarah Sunda. Melalui agenda ini, nilai tradisi, seni helaran, dan kebanggaan terhadap budaya Jawa Barat kembali dihadirkan di ruang publik Kota Bandung.**