
Panitia bersama pelukis bulu Firdaus Alamhudi (kelima dari kanan) berfoto usai konferensi pers pameran dan lelang lukisan bertema Siliwangi untuk Indonesiaku di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jumat 1 Mei 2026.
BANDUNG, indoartnews.com – Seni, sejarah dan semangat kemanusiaan akan bertemu dalam satu ruang pada peringatan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi. Melalui pameran lukisan bulu bertema Siliwangi untuk Indonesiaku, jejak perjuangan, wajah para tokoh bangsa, hingga ikon Maung Siliwangi akan dihadirkan dalam karya seni yang lahir dari ketekunan, limbah bulu ayam dan kecintaan terhadap Indonesia.
Pameran lukisan bulu ini menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan HUT Ke-80 Kodam III Siliwangi di Kota Bandung.
Pameran dan lelang lukisan tersebut rencananya digelar di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, pada 25 hingga 26 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan maestro lukisan bulu, Firdaus Alamhudi, yang dikenal konsisten mengembangkan karya seni berbahan bulu ayam sejak tahun 1975.
Perwakilan Pangdam III/Siliwangi, Letkol Tinton, mengatakan pameran ini menjadi salah satu rangkaian istimewa dalam menyambut HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga membawa pesan sosial bagi masyarakat.
“Hasil lelang lukisan nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial di wilayah Kodam III/Siliwangi,” ujar Letkol Tinton dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Jumat, 1 Mei 2026.
Sejumlah karya yang akan ditampilkan mengangkat tema tokoh nasional, perjuangan, alutsista TNI, kaligrafi, lingkungan hidup, hingga ikon Maung Siliwangi. Beberapa lukisan juga akan dilelang, termasuk karya tokoh nasional dan Pangdam III/Siliwangi.
Firdaus Alamhudi menilai pameran ini memiliki makna khusus. Meski karya-karyanya telah tampil di berbagai kota dan negara, ia mengaku baru kali ini menggelar pameran di Bandung.
“Ini pameran pertama saya di Bandung. Bandung bagi saya sangat berkesan,” kata Firdaus.
Ia juga menyebut, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini menjadi bentuk dedikasinya untuk HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi. Salah satu karya yang akan menjadi perhatian adalah lukisan Maung Siliwangi dengan nuansa alam Pasundan.
“Lukisan bulu ini lahir dan berkembang di Indonesia. Identitasnya sangat Indonesia, seperti batik,” ucap Firdaus.
Menurut Firdaus, lukisan bulu dibuat dari limbah bulu ayam yang diawetkan, kemudian ditempel menyerupai mosaik dan dilapisi resin agar lebih kuat. Ia menegaskan, bahan yang digunakan bukan berasal dari bulu burung, apalagi satwa dilindungi.
“Media yang digunakan berasal dari limbah bulu ayam, bukan bulu burung, apalagi satwa yang dilindungi,” tuturnya.
Firdaus Alamhudi, Maestro Lukisan Bulu yang Menembus Mancanegara
Nama Firdaus Alamhudi bukan sosok baru di dunia seni rupa. Sejak 1975, ia menekuni seni lukis bulu dan terus mengembangkan teknik pengawetan, penempelan, hingga pelapisan karya agar memiliki daya tahan serta nilai artistik tinggi.
Dalam perjalanannya, Firdaus mengaku telah berpameran di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Karyanya juga pernah tampil di sejumlah negara, di antaranya Iran, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Malaysia dan Kamboja.
Firdaus menyebut seni lukis bulu bukan sekadar karya visual, tetapi juga memuat pesan nasionalisme dan kepedulian lingkungan. Dari limbah bulu ayam, ia menghadirkan tokoh, satwa, kaligrafi, hingga kisah perjuangan dalam bentuk karya yang memiliki identitas Indonesia.
Ketua Panitia Faris Ash S menjelaskan, pameran akan berlangsung selama dua hari. Pada 25 Mei, kegiatan bersifat undangan khusus, sedangkan pada 26 Mei direncanakan terbuka untuk umum apabila mendapat izin dari pihak Kodam III/Siliwangi.
Faris menyebut sejumlah kolektor lukisan dari berbagai daerah juga akan diundang. Pameran dan lelang ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seni, sejarah Siliwangi dan kepedulian terhadap masyarakat.**