
Indra Budiman dan Anwari Masatip usai penandatanganan hibah mock up room standar internasional dari Wyndham Casablanca Jakarta.
BANDUNG, indoartnews com — Area Manager Hotel and Leisure Indonesia, Indra Budiman, menegaskan bahwa hibah satu unit mock up room berstandar internasional yang diberikan Wyndham Casablanca Jakarta kepada Poltekpar NHI Bandung merupakan bentuk nyata komitmen industri dalam mendukung pendidikan.
Usai prosesi penyerahan mock up room berstandar internasional di Kampus Poltekpar NHI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (27/8/2025), Indra Budiman menjelaskan bahwa proyek ini merupakan realisasi dari rencana awal Wyndham untuk mendukung institusi pendidikan. “Tujuannya agar mahasiswa bisa mengetahui lebih awal seperti apa kamar hotel berstandar internasional. Tidak perlu menunggu hingga masuk masa job training, karena kini mereka bisa melihat dan belajar langsung di kampus sendiri,” papar Indra.
Komitmen CSR Pertama di Dunia Pendidikan
Indra mengungkapkan bahwa proyek hibah ini menjadi yang pertama dilakukan Wyndham Casablanca Jakarta dalam bentuk pengadaan mock up room. Sebelumnya, program Corporate Social Responsibility (CSR) Wyndham lebih banyak diwujudkan dalam bentuk beasiswa, renovasi rumah, hingga bantuan untuk panti asuhan.
“Kalau untuk institusi pendidikan, ini baru pertama kali. Kami tidak melihatnya sebagai peluang bisnis, tapi lebih kepada bagaimana industri bisa membantu pendidikan. Sebagai brand internasional, Wyndham memang memiliki kewajiban untuk aktif melakukan CSR,” tegasnya.
Kenapa Poltekpar NHI Bandung?
Indra menegaskan bahwa Poltekpar NHI Bandung dipilih karena dinilai sebagai institusi tertua sekaligus terbaik dalam mencetak tenaga profesional di bidang pariwisata. “Menurut saya, tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang lain, NHI tetap kampus terbaik untuk mencetak insan-insan leader pariwisata ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hibah ini tidak berhenti pada serah terima saja. Wyndham Casablanca Jakarta tetap memiliki komitmen untuk melakukan pengecekan dan perawatan berkala setiap tiga bulan. “Kalau ada kerusakan, akan kami bantu perbaiki. Jadi ada after service dari kami, selamanya sampai gedung direnovasi total,” jelas Indra.
Masih dalam sambutannya, Indra juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari dunia industri. “Di Enhaii ini ada 30 kamar. Kalau semuanya bisa ditingkatkan dengan berbagai standar, tentu akan semakin sempurna. Harapan saya, dunia industri semakin dekat dengan dunia pendidikan, dan mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri perhotelan,” pungkasnya.**