Jumat, 24 Mei 2024 | 14:46 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Lestarikan Seni Budaya Kabasaran, Sompie Apresiasi Terbentuknya AKSI

foto

JAKARTA, indoartnews.com ~ Tokoh nasional asal Sulawesi Utara Irjen Pol (Purn) Dr Ronny F. Sompie, S,H, M.H., memberikan apresiasi dengan terbentuknya organisasi Aliansi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI) pada awal tahun ini di Manado sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan salah satu kekayaan seni budaya asal Sulawesi Utara, khususnya Minahasa.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang dengan awak media di Jakarta, Sabtu (25/3/2023). Menurut putra kawanua kelahiran Surabaya ini, kekayaan seni budaya harus selalu dipertahankan agar tidak tergerus dengan kemajuan zaman dan teknologi informasi, termasuk tarian Kabasaran sebagai warisan leluhur yang tak ternilai dari tanah Toar Lumimuut.

Mempertahankan ciri khas seni dan budaya nusantara khususnya di Sulawesi Utara ini, ucapnya, yaitu dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam mengelola dan memajukan budaya lokal. "Jadi, saya mengapresiasi dan menyambut baik dengan terbentuknya AKSI yang dimotori para tokoh ormas adat yang telah berkomitmen menjadikan AKSI sebagai wadah untuk pelestarian Kabasaran sebagai salah satu identitas budaya tanah Minahasa," ucap Ronny Sompie yang juga Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua.

"Dengan adanya AKSI yang saat ini berpusat di Manado dan sedang membangun Wale Kabasaran di Minahasa, mudah-mudahan Kabasaran bisa lebih dikembangkan. Pengalaman saya di dalam setiap acara budaya Minahasa yang saya hadiri, selalu diawali dengan penerimaan tarian Kabasaran, dimanapun," ujarnya.

Menurutnya, kini tarian Kabasaran sudah semakin dikenal bahwa ini seni budaya milik Minahasa. "Dari warna pakaiannya mungkin orang masih bertanya-tanya, karena menggunakan bulu ayam mirip seperti suku lainnya seperti Dayak atau Nias, tetapi beda, begitupun dengan Cakalele. Dengan adanya AKSI ini, perbedaan itu akan semakin dijelaskan, kita menggunakan nama Kabasaran, sehingga perpaduan antar budaya lintas suku bangsa di Indonesia ini semakin nampak warnanya," beber mantan Kadiv Humas Polri dan Kapolda Bali serta terakhir menjabat Analis Keimigrasian Ahli Utama Kemenkumham RI.

Lebih jauh dijelaskannya bahwa sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata di Indonesia bagian timur, memperkenalkan seni budaya Sulawesi Utara kepada wisatawan menjadi penting.

"Masyarakat dunia bisa mengenal Indonesia dengan ragam kekayaan seni budayanya. Termasuk Sulawesi Utara yang antara lain memiliki Kabasaran, musik kolintang, dan ragam tarian lainnya," pungkas Ronny Sompie.**