Rabu, 25 November 2020 | 15:42 WIB

Hidupkan Lagi Kampung Budaya Desa Girimekar Kec. Cilengkrang

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Satria Sunda Ranting Cigarukgak Desa Girimekar Kec. Cilengkrang Kab. Bandung menghidupkan kembali Kampung Budaya di Desa Girimekar dengan menggali potensi-potensi yang terpendam hingga muncul kembali ke permukaan.

Hidupnya kembali Kampung Budaya ini sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Satria Sunda Ranting Cigarukgak Desa Girimekar Deden Suryana, karena budaya walau sifatnya abstrak, namun itu dihasilkan dari pengaruh yang cukup besar.

Ini karena ada perpaduan alam dan sistem naluriah manusia dalam mengolah alam hingga menjadi suatu kebiasaan yang diwariskan turun-temurun. 

Oleh karena itu, katanya, bencana alam bukan bencana terbesar. Bencana terbesar justru hancurnya infrastruktur kejiwaan, runtuhnya konstruksi batin hingga terganggunya sisten kontrol dalam diri yang berakibat bencana budaya.

"Itu yang justru harus dihindari," kata Deden Suryana seraya menjelaskan, acara ini dihadiri hampir oleh segenap kepengurusan Satria Sunda Sakti, pembina Paguyuban Satria Sunda Sakti Iwan Sejati dan Dani Hilman Hamdani. Deden mengajak masyarakat tetap konsisten melestarikan kebudayaan yang ada di tatar Pasundan.

Ia mengatakan, pagelaran Kampung Budaya membawa pesan bagi pemerintah terkait menggali kembali potensi-potensi di wilayahny tidak hanya mengarah kepada satu titik wilayah melainkan harus lebih merata.

Acara ini dimeriahkan oleh Kang Maman (Preman Pensiun) dan grup band Marking yang sering melantunkan lagu-lagu tentang lingkungan hidup hingga menghangatkan ruangan dan keakraban.

Tampil pula para pesilat dari Persatuan Pencak Silat Mekar Asih, Gagak Lumayung, Paguron Seni Dangiang, Putra Mekar, Tunas Angkasa. Acara ini pun, katanya, diapresiasi Kang Indri Berlin selaku Ketua Kampung Budaya Legok Hayam.

Selain itu, Kampung Budaya membawa narasi "Hayu Urang Guyub Ngajaga Lembur Sorangan Ngamumule Seni Budaya keur Anak Incu". Narasi ini telah memberi semangat kebersamaan dan membangun kembali kreativitas masyarakat Desa Girimekar dan Kepala Desa Girimekar Wahyudi menyepakati pagelaran ini menjadi agenda rutinan di Desa ini.

Karena, kata Deden, pagelaran ini bukan saja sebagai tontonan namun juga sebagai tuntunan untuk mengembalikan permainan anak-anak tempo dulu semacam egrang dan bakiak sehingga anak-anak milenial tidak kehilangan jati dirinya.**