Sabtu, 25 Januari 2020 | 23:27 WIB

Kol. Inf. Yusep Sudrajat; Peradaban Tercermin dari Perilaku Budaya Memperlakukan Alam

foto

Elly Susanto

BANDUNG, indoartnews.com -  Kol. Inf. Yusep Sudrajat, selaku Staf Ahli Sosial Budaya Kodam III/Slw yang juga Dansektor 21 Citarum Harum menegaskan, peradaban itu tercermin dari perilaku budaya memperlakukan alam lingkungan. Penegasannya ini ia sampaikan di depan Seminar Nasional Pemajuan Kebudayaan di Tengah Peradaban Dunia, di Grand Pasundan Bandung, Kamis (15/8-19), mewakili Pangdam III/Slw, sebagai nara sumber.

Karena itu, kata Kolonel Yusep, betapa pentingnya menjaga alam melalui perilaku dan budaya masyarakat. Ini karena alam dan lingkungan sebagai fondasi dalam mengembangkan potensi nilai budaya untuk dapat bersaing dalam peradaban dunia.

Salahsatu contohnya, kata Kolonel Yusep, sungai Citarum di Jawa Barat yang sejak jaman Kerajaan Pasundan sebagai peradaban dan mampu memberi kehidupan warga Jawa Barat telah menjadi korban. Ini, katanya pula, seiring berjalannya waktu, Citarum memprihatinkan, kondisinya tidak seperti dahulu.

Citarum telah menjadi tempat membuang sampah sembarangan, limbah pabrik pabrik mengalir ke sungai terpanjang di Jawa Barat, kotoran manusia pun mengotori sungai. Sungai Citarum dahulu merupakan tempat mandi dan mencuci pakaian warga telah tercemar, kotor sekali. Bahkan telah mendapat julukan sungai terkotor di dunia. Namun Presiden Jokowi perhatian sekali sehingga keluar Perpres No. 15 tahun 2018 untuk mengembalikan ekosistem Citarum sehingga diupayakan Citarum menjadi harum. Sosialisasi pun terus bergulir di masyarakat dan banyak pabrik yang memperbaiki IPALnya demi suksesnya Citarum Harum. Masyarakat pun telah menyadari pentingnya program Citarum Harum.

Seirama dengan Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep, Jaelani Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Kota Bandung berharap ada upaya-upaya membangkitkan kembali momen-momen penting dalam konteks kebudayaan dan lingkungan serta budaya Sunda yang mengelola "sirah cai" bukan hanya upacara saja melainkan harus benar-benar terlaksana kan dengan baik.

Ia memberi contoh masyarakat Ciptagelar yang setia pada tradisi dengan memelihara ciptaan Yang Maha Kuasa, mereka tidak kekurangan pangan, air yang jernih dan ngocor terus. "Saya setuju dengan sikap pak Kolonel Yusep kalau perlu tindak tegas pabrik yang melanggar karena sudah jelas dasar hukumnya, Perpres No. 15", tegas Jaelani.**