Senin, 22 Juli 2024 | 23:19 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Dicky Saromi Tinjau Harga Sembako Jelang Idul Adha 1445 H

foto

CIMAHI, indoartnews.com ~ Jelang perayaan Idul Adha 1445 H, Penjabat (Pj.) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Tradisional Cimindi Kota Cimahi. Didampingi Plh. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Taryadi Ahmad Taufik, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Cimahi, TNI dan Polri, mereka meninjau kondisi harga berbagai kebutuhan pokok pada Rabu (12/06/2024).

Tujuan dari pemantauan harga tersebut adalah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok berbagai kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Adha 1445 H, sehingga kondisinya tetap stabil dan aman bagi warga Kota Cimahi. 

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1445 H relatif stabil, meskipun terjadi kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabe merah keriting, bawang daun, dan kentang dieng. Namun, harga-harga lain seperti telur, daging sapi, daging ayam, dan beras masih stabil.

Dicky menjelaskan, harga sayuran dan daging sapi relatif stabil, dengan harga daging sapi lokal di Pasar Cimindi sekitar Rp 130.000 dan impor sekitar Rp 102.000 per kilogram. Harga tersebut tetap stabil setelah perayaan Idul Fitri tanpa mengalami kenaikan.

Untuk harga beras, meskipun tidak ada kenaikan menjelang Idul Adha, kemungkinan akan terjadi sedikit kenaikan saat perayaan mendekat. Namun, harga daging ayam potong dan telur tetap stabil, dengan harga masing-masing sekitar Rp 32.000 sampai Rp 34.000 per kilogram untuk daging ayam potong dan Rp 30.000 per kilogram untuk telur. Harga beras juga relatif stabil, dengan harga medium dijual sekitar Rp 12.000 - Rp 14.000 dan beras premium dijual sekitar Rp 14.500 - Rp 15.000.

Dalam mengendalikan harga, pemerintah Kota Cimahi akan mengambil langkah instan dengan memperbanyak bazaar di setiap wilayah, menggelar pasar murah untuk beberapa komoditi yang harganya masih tinggi, dan melakukan kerjasama dengan kabupaten sekitar untuk memastikan suplai komoditi yang cukup untuk menutupi kebutuhan masyarakat.**