Selasa, 23 Juli 2024 | 00:16 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Rafael Situmorang Dorong Generasi Milenial Pahami Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

foto

Indoartnews.com,- Masyarakat Indonesia kembali memperingati hari lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Tahun ini, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia sudah berumur 79 tahun.

Peringatan hari Lahir Pancasila tahun ini adalah rangkaian yang harus diseriusi, utamanya para milenial dan generasi Z (Gen-Z). Hal tersebut dikemukakan anggota DPRD Jawa Barat dari PDI Perjuangan, Rafael Situmorang. Menurutnya, Pancasila merupakan ideologi yang paling cocok dengan bangsa Indonesia yang majemuk sehingga harus dipertahankan.

“Generasi milenial dan Gen-Z adalah calon pemimpin dalam 20-30 tahun ke depan. Sehingga mereka harus betul-betul mendapat informasi seutuhnya sehingga bisa memaknai dan memahami sepenuhnya tentang Pancasila,” kata Rafael dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Juni 2024.

Bagi Rafael, Pancasila harus menjadi living ideology bagi generasi milenial. Sehingga perlu pendekatan khusus dengan logika yang mudah dicerna tentang Pancasila untuk generasi milenial. “Dengan begitu, saya yakin, menerapkan Pancasila secara praktik pada keseharian akan lebih mudah diterima oleh generasi milenial menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya yakin.

Anggota Komisi I DPRD Jabar ini memahami bahwa generasi 80-90an sangat berbeda dengan generasi saat ini. Generasi saat ini teny akan melihat Pancasila akan nilai guna dan manfaatnya bagi kehidupan. Sehingga aktualisasi Pancasila jelas membutuhkan cara-cara dan metode berbeda dari model yang dilakukan sekarang.

Terkait konsep dan cara pendekatan kepada Milenial, kata Rafael, menjadi tugas pemerintah. Yakni harus bisa merumuskan dialektika, nilai guna Pancasila, tujuan serta bagaimana pencapaian yang bisa dirasakan oleh milenial. Jika jawaban tidak menunjukkan konektifitas antara makna Pancasila dengan nilai gunanya, Rafael khawatir terhadap eksistensi Pancasila di kalangan generasi milenial.

“Ini adalah tugas besar negara terhadap rakyatnya bagaimana ideologi Pancasila yang telah dilahirkan oleh pendiri bangsa ini bisa bertahan dan Lestari. Pancasila harus abadi,” paparnya lagi.

Ia juga mengatakan jika perkembangan situasi global yang ditandai dengan pesatnya Teknologi dan Komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Pancasila diharapkan menjadi filter agar tidak mengalami disorientasi dimasa depan.

Olehnya itu, Rafael berharap, pesatnya kemajuan teknologi dan Smartphone harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Salah satu contoh dengan menyampaikan konten-konten dan narasi positif yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Untuk itu saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama Pembangunan bangsa.” Tutup Rafael, politisi PDIP dari Dapil Jabar I. (*)