Sabtu, 2 Desember 2023 | 01:59 WIB

CIMB Bantu Pelajar dan Mahasiswa Donasikan Buku Senilai 25 Juta Rupiah

foto

BANDUNG, indoartnews.com ~ (27/9/2023). Bank CIMB Niaga Syariah mendonasikan buku senilai 25 juta rupiah melalui Syaamil Group untuk disalurkan kepada pelajar dan mahasiswa kurang mampu di Bandung dan sekitarnya.

Hal ini diungkapkan Vice President Bank CIMB Niaga Syariah Novandri Yudha Iskandar kepada para awak media seusai memberikan Talk Show Literasi Keuangan di Liga Buku Jabar Juara (LBJJ), Rabu, (27/9/2023), di GOR Saparua kota Bandung.

"Saat pembukaan Liga Buku Jabar Juara, CIMB Niaga Syariah memberikan support pada LBJJ dengan memberikan donasi untuk pembelian buku senilai 25 juta rupiah," kata Novandri Yudha Iskandar.

"Karena kalau kita berbicara tentang CIMB Niaga, kita punya tagline, "Kejar Mimpi", maksudnya kita berbisnis namun ada beberapa kegiatan sosial namanya Kejar Mimpi, yang kita khususkan untuk membantu adik-adik SD, SMP, SMA, dan yang berkuliah untuk bisa mencapai cita-citanya setelah lulus sekolah atau lulus kuliah nanti," ujar Novandri Yudha Iskandar.

Lebih lanjut Novandri Yudha Iskandar mengatakan, CIMB Niaga sangat concern membantu para pelajar dan mahasiswa, dan Liga Buku Jabar adalah salah satu sarana CIMB Niaga membantu para pelajar dan mahasiswa membeli buku gratis, maka pihaknya memberikan donasi buku untuk mereka yang kekurangan.

Novandri Yudha Iskandar mengatakan, CIMB Niaga berharap para pelajar dan mahasiswa yang memerlukan buku dapat menghubungi Syaamil Group, karena CIMB Niaga Syariah bermitra dengan Syaamil Group dengan cara mendonasikan buku ke Syaamil Group, selanjutnya melakukan pengadaan buku, dan didonasikan untuk mayarakat Bandung dan sekitarnya, agar mereka dapat mencapai mimpinya dengan cara membaca buku.

Selain mendonasikan buku CIMB Niaga Syariah melakukan kegiatan Talk Show tentang literasi keuangan, "Karena kalau kita berbicara tentang perbankan syariah khususnya, kita ketahui sejak 1992 hingga saat ini market share kita baru di angka 7,4 persen, jadi sangat kecil sekali dibandingkan bank konvensional," ungkap Novandri Yudha Iskandar.

Novandri Yudha Iskandar menambahkan, dari regulator, yakni OJK dan BI mewajibkan perbankan dan bank syariah untuk terus melakukan literasi keuangan supaya masyarakat lebih aware terkait perbankan, dan lembaga keuangan lainnya, supaya mereka bisa tahu lebih dini dan dari awal sejak SD, SMP, SMA, Kuliah dan seterusnya, untuk lebih mengetahui tentang, produk-produk keuangan yang ada di Indonesia, contohnya ada dana asuransi, dana pensiun, reksadana dan sebagainya. 

"Inilah sebagian syiar CIMB Niaga Syariah untuk lebih memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang produk-produk perbankan," ujar Novandri Yudha Iskandar.

Novandri Yudha Iskandar menjelaskan, investasi bodong sedang marak saat ini, dan para pelaku memanfaatkan kecanggihan teknologi dan menyebarkan informasi, masyarakat sangat rentan terpengaruh apabila tidak cukup pengetahuan terkait dengan lembaga keuangan maupun informasi perbankan.

"Maka banyak bank dan lembaga keuangan yang terus masif menyuarakan tentang pentingnya literasi keuangan supaya masyarakat tidak mudah tertipu dan jangan sampai membaca informasi yang kurang valid yang diberikan pelaku investasi bodong," ujar Novandri Yudha Iskandar.

Novandri Yudha Iskandar menambahkan, OJK setiap bulan sudah sangat sering menerbitkan lembaga-lembaga keuangan atau fintech yang tidak legal, masyarakat sudah dapat mengakses data mana fintech yang legal dan tidak, jadi masyarakat pintar-pintarlah mencari info, jangan sampai tergiur bunga pinjaman murah ternyata yang menawarkan fintech bodong.

Terkait investasi yang cocok untuk anak muda, Novandri Yudha Iskandar menjelaskan, ada siklus kehidupan, jadi untuk pelajar dan mahasiswa yang belum berpenghasilan, ada investasi yang memang low risk low return yaitu menabung sejak dini.

"Sedangkan bagi masyarakat yang sudah berpenghasilan pasti investasinya naik level ke pasar saham, reksadana, sukuk dan obligasi yang memang bisa dipelajari secara otodidak di website-website resmi di laman perbankan dan regulator, dan OJK sudah banyak memberikan informasi yang dapat diakses masyarakat," pungkas Novandri Yudha Iskandar.**