Selasa, 16 April 2024 | 01:05 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Dansektor 21 Apresiasi Respon Warga Terhadap Pencemaran Sungai Sungai Citopeng

foto

Elly Susanto

CIMAHI, indaortnews.com ~ Komandan Sektor 21 Kol Inf T. Bayu Wahyu Murwanto tinjau langsung kegiatan pembersihan sungai Citopeng yang berlokasi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis (7/9/2023).

Pembersihan sungai Citopeng melibatkan sejumlah unsur dan elemen masyarakat. Mulai dari Satgas Citarum Sektor 21, DLH Kota Cimahi, BPBD Cimahi, Satpol PP Kota Cimahi dan perangkat wilayah (Kelurahan Melong, Cibeureum dan Cijerah). Serta masyarakat dari beberapa RW setempat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respon terhadap upaya memerangi pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran sampah di sungai.

Aksi bersama pembersihan sampah di aliran sungai Citopeng, buntut dari video viral dua oknum warga yang dengan sengaja membuang sampah ke badan sungai Citopeng. 

Ditemui di lokasi, Dansektor 21 Kol Inf, Bayu Wahyu Murwanto mengatakan, kegiatan ini bagian dari upaya semua komponen menentang terhadap segala bentuk pencemaran. Dan ini sebagai bentuk respon positif.

"Viralnya sampah, its okey lah karena kaitannya juga kontrol sosial. Berkat kebersamaan semua masyarakat kan jadi cepet juga bersihnya," ungkap Dansektor 21.

Selama ini jajaran Satgas Citarum termasuk Satgas Sektor 21 sudah memberikan pemahaman dan mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan dari segala bentuk pencemaran, mulai dari limbah industri hingga limbah rumah tangga atau sampah.

"Kita juga kasih pemahaman, sampah habis ditempat, muara akhir sampah bukan di sungai. Nah itu yang harus ditanamkan kepada seluruh komponen masyarakat," tuturnya.

Namun dirinya mengakui, meskipun satgas telah menyampaikan pemahaman dan sosialisasi tentang menjaga lingkungan dari pencemaran. Untuk implementasi harus dilakukan semua elemen dan komponen, termasuk setiap lapisan masyarakat sebagai subjek penting dalam skala kecil di lingkungan.

Untuk itu, semangat pentahelix harus konsisten dilakukan dan diwujudkan. Bukan hanya reaktif namun upayakan proaktif.

"Wujudkan pentahelix , itu harus diaplikasikan. Wujud pentahelix kerja bareng. Setelah bersih selanjutnya ya harus dijaga. Masyarakat tanamkan kepada semuanya. Jangan sampai buang sampah sembarangan," ungkapnya. 

"Tanamkan budaya tertib dalam hatinya adalah Bersih Rapih Indah Aman, itu yang harus dibudayakan," imbuhnya.

Dirinya juga menilai, selama ini sungai hanya dianggap sebagai pembatas rumah bagian belakang, bukan untuk pekarangan.

"Kalau bisa sekarang membuat rumah itu menghadapnya ke depan sungai, jangan belakang rumah yang menghadap ke sungai. Mau tidak mau dia akan ada rasa sungkan. Tapi kalau belakang rumah hadap ke sungai, buangnya ke lubang-lubang yang ada. Nah ini yang perlu dibudayakan ke depan. Harus punya budaya malu buang sampah ke sungai," pungkasnya.**