Senin, 6 Desember 2021 | 17:45 WIB

Dansektor 21: Program SPALD-T Dukungan Untuk Revitalisasi DAS Citarum

foto

Ken Zanindha

KAB.BANDUNG, indoartnews.com ~ Dansektor 21 Citarum Harum, Kol. Arm. Nursamsudin menyatakan, Saluran Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) merupakan salah satu program dukungan untuk revitalisasi DAS Citarum dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Pembangunan fasilitas ini guna menangani masalah limbah domestik yang mencemari sungai.

Penegasan Dansektor 21 ini disampaikan saat peresmian SPALD-T di RW 07 Desa Cangkuang Wetan Kec. Dayeuhkolot Kab. Bandung, Jum'at (12/11/2021).

"Harapan saya, kata Kolonel Nursamsudin, selaku Dansektor, fasilitas ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya, terawat dan bisa meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga".

Dikatakannya, program ini akan terus berjalan. Namun penentuan pembangunannya berdasarkan tingkat prioritas kebutuhan wilayah.

Menurut Dansektor 21, pihaknya akan terus mengajukan permintaan kepada Pemerintah untuk wilayah-wilayah yang dirasa perlu dibangun SPALD-T dalam upaya mengurangi dan mengatasi limbah domestik yang mencemari sungai.

Harapannya, kata Dansektor, ke depan kita mendapatkan tambahan lagi, khususnya di Desa Cangkuang Wetan atau di tempat lain di wilayah Sektor 21.

Dansektor 21 menyatakan, pihaknya akan terus mengawal dan mendampinginya selama masa pembangunan hingga fasilitas itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Satgas tetap melakukan pendampingan yang artinya bila ada sesuatu yang terjadi bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan hingga kegiatan berjalan lancar. 

Untuk informasi, saat ini pembangunan SPALD-T di wilayah tanggung jawab Satgas Citarum Sektor 21 sudah mencapai 22 unit Sanitasi masyarakat (Sanimas).

Sementara itu, Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi menyatakan SPALD-T sangat bermanfaat dalam menciptakan hidup sehat dan lingkungan bersih bagi warganya.

"Untuk desa kami, ini SPALD-T ke-2 yang dimiliki desa kami. Karena itu kami sangat terbantu dalam penanganan kebersihan lingkungan," tukas Kades seraya menambahkan, pembangunan sanitasi masyarakat (sanimas) ini telah membantu program pemerintah, khusus di desa ini. 

Kades Asep menjelaskan, di desanya masih ada sebagian kecil yang belum memiliki sanimas yang baik. Dengan konsep sanimas ini sedikit demi sedikit bisa teratasi sehingga lebih terkontrol.

Kades Asep Kusmiadi berharap agar warga, khususnya Kelompok Penerima Manfaat konsisten merawat dan mengontrol serta berkomunikasi dengan semua yang berkepentingan.

Ia pun meyakinkan warga, dalam persoalan ini pihak desa juga tidak akan lepas tangan. Karena ada keterkaitan dengan program kebersihan, kesehatan dan ketertiban lingkungan dalam meningkatkan index pendapatan masyarakat. **

Editor : H. Eddy D