Rabu, 8 Desember 2021 | 01:16 WIB

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Dicopot Lantaran Tak Profesional

foto

Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak (tengah).

KOTA MEDAN, indoartnews.com ~ Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak mencopot Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansyah Sitorus yang dinilai tidak profesional usai menetapkan pedagang sayur di Pasar Pringgan, Kota Medan berinisial BA sebagai tersangka. Padahal BA merupakan korban penganiayaan seorang preman berinisial BS. 

Pencopotan itu dilakukan lantaran Iptu Sitorus tidak profesional saat melaksanakan tugas sebagai penyidik dalam menangani kasus penganiayaan tersebut, ucap Kapolda, Senin malam (1/11/2021).

"Ini bagian dari tugas jadi penyidik tidak mudah dan itu sebagai resiko," kata Kapolda Sumut seraya mengimbau agar masyarakat jangan ragu melaporkan kepada atasannya jika kinerja aparat Kepolisian dalam menangani sebuah kasus tindak pidana, tidak profesional, pungkas Irjen Pol RZ Panca Putra.

Ceritanya, BA dan BS saling lapor atas buntut pertikaian mereka di Pasar Pringgan Kec. Medan Baru Kota Medan pada 9 Agustus 2021 sekitar pukul 06.00 Wib.

BA terluka ditusuk BS dengan senjata tajam dan BS ditetapkan sebagai tersangka. Namun belakangan BA pun ditetapkan sebagai tersangka yang diadukan karena memukul preman itu dengan besi. 

Menurut keterangan BA, saat itu ia sedang menurunkan dagangan dari mobilnya didatangi 2 preman yang mengaku dari organisasi kepemudaan dan meminta sejumlah uang.

Lantaran tak diberi uang, BS marah-marah dan memukul mobil BA hingga keduanya saling dorong dan saling pukul.

BS menikam BA dengan senjata tajam. BA pun membela diri dan memukul BS beberapa kali dengan kunci roda. 

Dalam kasus itu Kapolda Sumut menyoroti dengan ditetapkannya pedagang sayur itu sebagai tersangka menyebabkan Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ulli Lubis dan Kanit Reskrim, Iptu Irwansyah Sitorus diperiksa yang diduga ada kesalahan penanganan prosedur.

"Ya benar. Ada kesalahan prosedur penanganan kasusnya. Sehingga saya melakukan evaluasi melalui gelar perkara khusus," ungkap Kapolda.

Namun akhirnya dalam kasus itu, kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, BA dan BS sepakat berdamai di Mapolrestabes Medan, pada Jum'at malam (29/10).

"Kedua pihak malam itu sepakat berdamai," kata Kapolrestabes Medan kepada awak media mengakhiri keterangannya.**

Editor : E. Eddy D