Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:50 WIB

2 Warga Bulgaria Jadi Tersangka Pencucian Uang dengan Modus Skimming

foto

Polres Pasuruan menggelar perkara penangkapan 2 orang warga negara Bulgaria dalam kasus pencucian uang, Selasa (12/10/2021).

PASURUAN, indoartnews.com ~ Dua orang warga negara (WN) Bulgaria masing-masing VBD (38) dan PPB (41) dibekuk Polres Pasuruan Kota akibat kasus pencurian uang nasabah bank dengan modus skimming.

Dari 2 warga asing yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, Polres Pasuruan Kota menyita beberapa barang bukti yang digunakan mereka dalam melancarkan aksinya berupa 2 mobil, 2 laptop, 5 HP, 2 buku tabungan, 3 ATM, 186 blank card yang siap menjadi ATM baru dan 2 pasport, kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman kepada awak media, di halaman Polres, Selasa (12/10/2021).

Kapolres Arman mengemukakan, para tersangka sudah masuk ke Indonesia sejak 2020 dan tinggal di Lombok Nusa Tenggara Barat. 

"Ini pertama kalinya, Polres Pasuruan Kota, katanya, mengungkap kasus pencurian nasabah bank dengan cara skimming," kata AKBP Arman dan menambahkan, tersangka beraksi dengan memasang alat skimming di ATM di Jalan Sultan Agung Pasuruan Kota yang tiap harinya tampak ramai dikunjungi nasabah, termasuk yang bukan nasabah bank tersebut.

Menurut AKBP Arman, tersangka beraksi dengan memasang alat mulai 26 hingga 31 Juli 2021 dan pada 2 Oktober mereka diamankan di Surabaya.

Dalam melancarkan aksinya, kata Kapolres, tersangka berinisial VBD bekerja dengan 2 DPO lainnya sesama WN Bulgaria. Sedang tersangka satunya lagi PPB ini menerima hasil kejahatan sekaligus yang membantu menyiapkan alat kartu blank card kepada tersangka. "Ada temannya. Namun masih DPO," pungkas Kapolres Pasuruan Kota. 

Skimming merupakan suatu bentuk kejahatan yang bertujuan mencuri informasi dari kartu debit atau kredit milik nasabah menggunakan alat khusus bernama skimmer. 

Karena itu, kepada tersangka dikenai pasal 30 ayat 1 dan ayat 3 juncto pasal 46 ayat 1 dan ayat 3 Undang-undang nimor 19 tahun 2016 tentang ITE Juncto pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.**

Editor : H. Eddy D