Senin, 6 Desember 2021 | 17:54 WIB

Sektor 21 Subsektor 07 Cisangkuy Cepat Merespon Temuan Limbah B3

foto

Elly Susanto

Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 07 Cisangkuy bersama DLH Kab. Bandung saat memeriksa tumpukan diduga limbah B3 di jala inspeksi sungai Cisangkuy, Tanjungsari Cangkuang, Kab. Bandung, Sabtu malam (9/10/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Satgas Citarum Harum Sektor 21  Subsektor 07 Cisangkuy bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bandung cepat merespon laporan yang disampaikan masyarakat tentang dugaan limbah B3 yang teronggok di jalan inspeksi sungai Cisangkuy di Kampung Cirengit Desa Tanjungsari Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, Sabtu malam (9/10-2021).

Saat Satgas Subsektor 07 memeriksa di lokasi yang ditunjukkan warga itu sekitar 50 meter dari jalan raya teronggok puluhan karung plastik masing-masing beratnya 25 kg berisi butiran-butiran mirip tanah dengan bentuknya yang aneh.  Tim DLH setiba di lokasi langsung memeriksa isi dalam karung itu seraya mengambil sampel secara random untuk diperiksa dan tim memasang pita pembatas agar tidak terganggu selama dalam proses pemeriksaan apa itu limbah B3 atau bukan. 

Robby Dewantara, Kasi Penaatan Hukum Lingkungan DLH Kab. Bandung mengemukakan hasil identifikasinya belum bisa memastikan itu limbah B3 atau bukan. Untuk itu perlu menunggu hasil pengujian lab untuk menindaklanjutinya. 

"Jika terbukti itu karakter limbah B3 akan diidentifikasi industri atau perusahaan mana yang membuangnya ke sini. Untuk sementara dilokalisasi dulu temuan itu agar warga tidak masuk ke sini dan mengambilnya atau malah bertambah," ucap Robby. 

Jika temuan ini ternyata limbah B3 juga tetap diuji B3 jenis apa yang terkandung di dalamnya. "Jika pun bukan limbah B3 harus dicari pula pembuang limbah ini. Prinsipnya tidak boleh ada industri atau kegiatan usaha perseorangan yang membuang limbah atau sampah sembarangan. Walau bukan limbah B3 tetap saja berbahaya karena telah mengotori lingkungan," tegas Robby. 

Senada dengan Robby dari DKH, Satgas Subsektor 07, Serma Andri Irawan menjelaskan, Satgasnya begitu menerima laporan dari masyarakat mengenai limbah berbahaya segera menindaklanjutinya.

"Laporan itu menyebutkan ada buangan limbah berbahaya dan kami langsung cek ke lokasi dan berkoordinasi dengan DLH dan malam itu pula bersama-sama memeriksa di lokasi dan kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan lab," tukas Serma Andri Irawan.

Dikatakannya, sebelumnya Satgas telah mengecek ke pabrik-pabrik sambil membawa sampel untuk mencari tahu limbah ini dari pabrik mana. 

"Kami mengecek jenis limbah dan karung yang digunakannya. Ada 5 pabrik yang didatangi dan hasilnya, tidak ada yang sama, baik jenis mau pun bentuk limbahnya. Namun kita tunggu hasil pemeriksaan lab dan mengingatkan agar pabrik tidak main-main dengan lingkungan.

Ajo (40), warga Cirengit yang lokasi lahan kebunnya berada di samping lokasi temuan mengatakan, ia tidak curiga karena dikira pupuk milik orang lain yang ditumpuk dulu di sana. "Karena itu saya biarkan. Mungkin adanya di situ sekitar 2 minggu," ujar Ajo.**

Editor : H. Eddy D