Senin, 6 Desember 2021 | 18:39 WIB

Rp 2 Miliar Kerugian Keuangan Negara dalam Pembangunan RTH Kab. Indramayu

foto

Elly Susanto

Dua tersangka PPP dan N digiring ke mobil tahanan untuk dititipkan di Rutan Polrestabes Kota Bandung, Senin malam (4/10/2021).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Riyono menyebutkan kerugian keuangan negara dalam pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kab. Indramayu sekitar Rp. 2 miliar dan telah menetapkan 4 tersangka yang kini meringkuk dalam rumah tahanan (rutan). 

Riyono menekankan, dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejati Jabar telah menetapkan 4 tersangka masing-masing S, BSM, PPP dan tersangka N. 

Setelah menahan S dan BSM minggu lalu, kini penyidik memeriksa tersangka PPP sebagai Direktur Utama PT MPG, pelaksana pembangunan RTH. Sedang N, adalah makelar terkait perusahaan yang dipinjam benderanya dan terkait konsultan pengawas. "Padahal, katanya, konsultan pengawas ini tidak ada, hanya dibuat-buat oleh N. 

"Setelah keduanya diperiksa oleh penyidik kemudian mereka ditahan sesuai ketentuan Pasal 21 KUHAP. Untuk itu ke-2 tersangka ditahan untuk waktu 20 hari ke depan berdasar surat perintah untuk tersangka PPP surat perintah No. 913/M.2.1/Fd. 1/09/2021 dan untuk N berdasar No. 914/M.2.1/Fd.1/09/2021. Semua tersangka kita titipkan ke Rutan Polrestabes Bandung," ujar Riyono.

Menurut Riyono, pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2, Pasal 3 UU 20 tahun 2001 juncto Pasal 18 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.**

Editor : H. Eddy D