Rabu, 8 Desember 2021 | 01:23 WIB

Mak Oja Meninggal Wajar Malah Covid-19 Tersebar

foto

Elly Susanto

Mak Iyam dan Bu Karyati bersantai di taman Icon Citarum Harum usai diwawancara indoartnews.com, Kamis (1/9/2021).

PERISTIWA mengenaskan terjadi di kampung Citeureup Desa Padamukti Kec. Katapang Kab. Bandung pada Kamis (5/8-2021). Seorang ibu tua bernama Oja (80) sehabis Lebaran karena terlalu banyak nyantap termasuk makan ketupat beserta sayur dagingnya, membuat Mak Oja bolak-bolak ke kamar mandi akhirnya dia kehabisan cairan, diare. 

Bu Karyati dan Mak Iyam mulai bercerita. Ketika ramai soal Covid-19 setelah Lebaran, suasana agak mencekam. Ngeri juga. Tapi di balik itu warga juga tetap menjaga dan memelihara kesehatan.

"Alhamdulillah sampai sekarang kita sehat. Selain itu warga di kampung ini pergi keluar rumah, walau jarak dekat selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ujar Bu Karyati saat ditemui indoartnews.com di taman icon Citarum Harum Sektor 21, Kamis (2/9/2021).

Bu Karyati menceritakan, dulu pas sesudah lebaran ada orang tua namanya Mak Oja usia 80 tahun, mungkin akibat kebanyakan makan ketupat dengan kuah dagingnya yang bersantan, langsung sakit perut hingga bolak balik kamar mandi. Akhirnya Mak Oja kehabisan cairan (diare). Pada hari Minggu 30 Juni 2021 Mak Oja meninggal dunia. 

Karena lagi ramai ramainya wabah Covid-19 paska Lebaran, muncul kabar angin dari mulut ke mulut bahwa Mak Oja diisukan meninggal akibat Covid-19 sehingga para tetangga pun tidak ada yang berani mendekati jenazahnya.

Pada pukul 22.00 jenazahnya langsung dimakamkan malam itu juga. Mau Covid atau bukan, dari dulu di kampung ini setiap ada yang meninggal cepat-cepat dimakamkan. Tidak pernah diinapkan, kata Bu Karyati.

Sementara Ma Iyam (67) warga Kp. Citeureup bersama 5 ibu lainnya sejak dulu suka memandikan jenazah perempuan.

Pada saat Mak Oja meninggal, Mak Iyam sedang sakit demam karena baru divaksinasi ke-2. Tapi saat Ma Oja meninggal, Ma Iyam merasa iba jenazah Ma Oja belum juga dimandikan. 

Akhirnya lagi demam pun Ma Iyam dengan memaksa 3 rekannya untuk ikut memandikan jenazah Ma Oja sampai beres mengkafaninya. Mengenai nekadnya Mak Iyam memandikan jenazah Ma Oja yang dikabarkan meninggal karena Covid-19, karena Mak Oja meninggal bukan karena Covid. Ini berdasarkan kabar dari pa Mulyadi, mantri dari TNI AD karena sebelum Ma Oja meninggal dia datang untuk berobat karena diare. "Dengan bermunajat kepada Allah, akhirnya dengan membaca Lahaulla wala quwatta" Emak nekad memandikannya. Ini kewajiban kita terang Ma Iyam. 

Mak Oja cuma 2 hari sakit diare. Sebelumnya dia sempat diobati oleh Mantri Mulyadi. Belum sempat dibawa ke rumah sakit, Mak Oja meninggal di rumahnya.

Sebagai manusia, kata Mak Iyam, ada juga rasa was-was ketika selesai memandikan jenazah. Mungkin juga rada terpengaruh oleh isu-isu yang beredar di kampung ini.

"Kami berempat akhirnya diswab. Dua hari kemudian hasilnya keluar dan ternyata negatif. Perasaan lega. Sampai saat ini Mak Iyam sehat, juga ketiga rekannya yang ikut memandikan, sehat juga," pungkas Mak Iyam. 

Alhamdulillah sampai saat ini warga di kampung Citeureup pada sehat-sehat karena mereka mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu memakai masker jika akan keluar rumah, kata Ma Iyam.**

Editor : H. Eddy D